SBY ketemu Menlu Singapura siapkan KTT ASEAN
Kamis, 25 Oktober 2012 - 15:34 WIB
SBY ketemu Menlu Singapura siapkan KTT ASEAN
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Singapura K Shanmugam di Kantor Presiden, untuk membahas persiapan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Association of South East Asian Nations (ASEAN).
Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah mengatakan, pertemuan tersebut dilakukan agar KTT ASEAN yang rencananya akan digelar di Kamboja pada November mendatang, bisa berjalan dengan baik.
"Intinya bagaimana bisa menyukseskan pelaksanaan KTT nanti," kata Teuku Faizasyah, di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (25/10/2012).
Menurut pria yang akrab dipanggil Faiz ini, selain membahas soal KTT ASEAN, pertemuan tersebut menyinggung mengenai perkembangan kawasan Asia Tenggara.
"Pada intinya (RI-Singapura) memiliki pemikiran yang sama, mengenai arti penting keamanan di kawasan, stabilitas kawasan bagi keberlanjutan ekonomi di kawasan Asia Tenggara," ujarnya.
Faiz menyatakan, persoalan Laut Cina Selatan juga menjadi topik dalam pertemuan itu. Indonesia menginginkan, agar stabilitas di kawasan tersebut bisa terjaga dan tidak menjadi area konflik atau perebuatan kepentingan.
"Kita memaklum adanya beberapa negara yang memiliki klaim kewilayahan di sana, tapi jangan sampai kondisi wilayah tersebut menjadi tidak damai, atau berpotensi konflik," tandasnya.
Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah mengatakan, pertemuan tersebut dilakukan agar KTT ASEAN yang rencananya akan digelar di Kamboja pada November mendatang, bisa berjalan dengan baik.
"Intinya bagaimana bisa menyukseskan pelaksanaan KTT nanti," kata Teuku Faizasyah, di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (25/10/2012).
Menurut pria yang akrab dipanggil Faiz ini, selain membahas soal KTT ASEAN, pertemuan tersebut menyinggung mengenai perkembangan kawasan Asia Tenggara.
"Pada intinya (RI-Singapura) memiliki pemikiran yang sama, mengenai arti penting keamanan di kawasan, stabilitas kawasan bagi keberlanjutan ekonomi di kawasan Asia Tenggara," ujarnya.
Faiz menyatakan, persoalan Laut Cina Selatan juga menjadi topik dalam pertemuan itu. Indonesia menginginkan, agar stabilitas di kawasan tersebut bisa terjaga dan tidak menjadi area konflik atau perebuatan kepentingan.
"Kita memaklum adanya beberapa negara yang memiliki klaim kewilayahan di sana, tapi jangan sampai kondisi wilayah tersebut menjadi tidak damai, atau berpotensi konflik," tandasnya.
(esn)