Militer & pemberontak Suriah gencatan senjata selama Idul Adha
Rabu, 24 Oktober 2012 - 19:35 WIB
Militer & pemberontak Suriah gencatan senjata selama Idul Adha
A
A
A
Sindonews.com - Utusan PBB dan Liga Arab untuk krisis Suriah, Lakhdar Brahimi, menyatakan Pemerintah Suriah telah setuju untuk mematuhi gencatan senjata selama libur Hari Raya Idul Adha.
"Saya menginginkan terselenggaranya gencatan senjata empat hari selama libur Idul Adha yang dimulai pada Jumat 26 Oktober mendatang. Ini juga memungkinkan pengembangan proses politik untuk ke depanya,"ungkap Brahimi seperti diberitakan BBC.co.uk, Rabu (24/10/2012).
Brahimi mengaku telah mendapat kabar tersebut pasca mengunjungi Damaskus beberapa pekan lalu. Kelompok oposisi sepakat melakukan gencatan senjata, diikuti oleh militer Suriah. Kesepakatan ini akan terus dipantau oleh militer Suriah.
Brahimi yang beberapa waktu lalu bertemu dangan pemerintah Suriah, mengaku tidak membahas sampai kapan gencatan senjata ini berlaku. Pemerintah Suriah sendiri akan mengumukan pernyataan resmi pada satu atau dua hari jelang Rari Raya Idul Adha.
"Jika gencatang senjata ini betul terealisasi, maka kita dapat merundingkan gencatang senjata lain dalam waktu yang lebih lama lagi. Gencatan senjata ini harus menjadi bagian dari operasi politik," tutur Brahimi.
"Saya menginginkan terselenggaranya gencatan senjata empat hari selama libur Idul Adha yang dimulai pada Jumat 26 Oktober mendatang. Ini juga memungkinkan pengembangan proses politik untuk ke depanya,"ungkap Brahimi seperti diberitakan BBC.co.uk, Rabu (24/10/2012).
Brahimi mengaku telah mendapat kabar tersebut pasca mengunjungi Damaskus beberapa pekan lalu. Kelompok oposisi sepakat melakukan gencatan senjata, diikuti oleh militer Suriah. Kesepakatan ini akan terus dipantau oleh militer Suriah.
Brahimi yang beberapa waktu lalu bertemu dangan pemerintah Suriah, mengaku tidak membahas sampai kapan gencatan senjata ini berlaku. Pemerintah Suriah sendiri akan mengumukan pernyataan resmi pada satu atau dua hari jelang Rari Raya Idul Adha.
"Jika gencatang senjata ini betul terealisasi, maka kita dapat merundingkan gencatang senjata lain dalam waktu yang lebih lama lagi. Gencatan senjata ini harus menjadi bagian dari operasi politik," tutur Brahimi.
(esn)