Obama: Romney tidak konsisten
Selasa, 23 Oktober 2012 - 11:39 WIB
Obama: Romney tidak konsisten
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama tampil dan calon presiden (capres) Republikan Mitt Romney berselisih paham menyikapi keamanan AS dalam debat terakhir di Universitas Lynn, Boca Raton, Florida, Senin (22/10/201).
Romney tidak sepakat dengan cara AS menyikapi Arab Spring atau yang dikenal dengan kebangkitan dunia arab. "Obama telah membuat gelombang pasang hingga menyebabkan peningkatan kekacauan menyapu wilayah Timur Tengah, ungkap Romney seperti diberitakan BBC.co.uk, Selasa (23/10/2012).
Romney menyoroti kematian warga sipil di Suriah,penyerangan gedung konsulat AS di Libya bulan lalu, Kelompok ikhwanul muslim mengambil alih kekuasan di Mesir. Di Afrika utara militan al-Qaeda berafiliasi dengan militan setempat. Selain itu,Iran dan program nuklir terus berjalan selama empat tahun.
Obama mengatakan sainganya tidak konsten. "Romney tidak punya kebijkan yang konsisten atas Irak dan Afghanistan, sikapnya akan membawa pada kepimpinan yang salah dan sembrono. Dia mendukung kembali invasi di Irak meskipun tahu disana tidak ada senjata pemusnah masal."ungkap Obama.
Obama juga menuduh Romney menginginkan pasukan AS terus berada di Irak, menentang persenjataan nuklir dengan Rusia disaat AS memiliki dukungan bipartisan yang luas.
Menyikapi rencana penarikan mundur semua pasukan AS dari Afghanistan pada 2014 mendatang Obama lebih yakin dengan keputusan luar negerinya ketimbang Romney. Obama dengan tegas akan menarik mundur pasukanya dari Afghanistan pada 2014 mendatang. Sementara Romney tetap akan meminta pertimbangan dari komandan militer AS.
Berdasarkan hasil jajak pendapat yang dibuat oleh NBC pada Minggu, (23/10/2012)dukungan yang didapatkan oleh dua orang kandidat ini bersaing ketat, dengan masing-masing meraih 47% dukungan.
Romney tidak sepakat dengan cara AS menyikapi Arab Spring atau yang dikenal dengan kebangkitan dunia arab. "Obama telah membuat gelombang pasang hingga menyebabkan peningkatan kekacauan menyapu wilayah Timur Tengah, ungkap Romney seperti diberitakan BBC.co.uk, Selasa (23/10/2012).
Romney menyoroti kematian warga sipil di Suriah,penyerangan gedung konsulat AS di Libya bulan lalu, Kelompok ikhwanul muslim mengambil alih kekuasan di Mesir. Di Afrika utara militan al-Qaeda berafiliasi dengan militan setempat. Selain itu,Iran dan program nuklir terus berjalan selama empat tahun.
Obama mengatakan sainganya tidak konsten. "Romney tidak punya kebijkan yang konsisten atas Irak dan Afghanistan, sikapnya akan membawa pada kepimpinan yang salah dan sembrono. Dia mendukung kembali invasi di Irak meskipun tahu disana tidak ada senjata pemusnah masal."ungkap Obama.
Obama juga menuduh Romney menginginkan pasukan AS terus berada di Irak, menentang persenjataan nuklir dengan Rusia disaat AS memiliki dukungan bipartisan yang luas.
Menyikapi rencana penarikan mundur semua pasukan AS dari Afghanistan pada 2014 mendatang Obama lebih yakin dengan keputusan luar negerinya ketimbang Romney. Obama dengan tegas akan menarik mundur pasukanya dari Afghanistan pada 2014 mendatang. Sementara Romney tetap akan meminta pertimbangan dari komandan militer AS.
Berdasarkan hasil jajak pendapat yang dibuat oleh NBC pada Minggu, (23/10/2012)dukungan yang didapatkan oleh dua orang kandidat ini bersaing ketat, dengan masing-masing meraih 47% dukungan.
(aww)