Serangan bajak laut Somalia menurun tajam
Senin, 22 Oktober 2012 - 21:08 WIB
Serangan bajak laut Somalia menurun tajam
A
A
A
Sindonews.com - Jumlah kapal yang diserang oleh bajak laut Somalia telah menurun tajam pada tahun ini. Menurut Biro Maritim Internasional, sejak Januari hingga September 2012, hanya terjadi 70 serangan. Jumlah ini jauh menurun bila dibandingankan dengan 9 bulan pertama pada tahun 2011, di mana ada 233 serangan.
Intervensi dunia internasional dan langkah-langkah keamanan yang diambil, telah menghalangi bajak laut untuk menjalankan aksinya. Meski begitu, Biro Maritim Internasional tetap memperingatkan kapal yang berlayar di sekitar Somalia.
Kapten Pottengal Mukundan, Direktur Biro Maritim Internasional, menyebut hal ini sebagai berita baik. “Tapi, kita tak boleh cepat puas. Perairan masih memiliki resiko tinggi dan kehadiran Angkatan Laut masih tetap diperlukan,” kata Mukundan seperti dikutip dari CNN.com, Senin (22/10/2012).
Akhir-akhir ini, serangan lebih banyak dilaporkan terjadi di Teluk Guinea. Urutan berikut ada di perairan Benin dan Togo. Biro Maritim Internasional mengatakan, serangan sering ditujukan untuk mencuri produk minyak sulingan yang dapat dengan mudah dijual di pasar bebas.
Meskipun dalam 3 bulan terakhir hanya ada satu serangan yang dilaporkan terjadi di lepas pantai Somalia, tapi para bajak laut masih menahan 11 kapal dan 167 awak kapal sebagai sandera. Sekitar 21 anggota bajak laut berhasil ditahan dan dipenjara dengan hukuman lebih dari 30 bulan.
Intervensi dunia internasional dan langkah-langkah keamanan yang diambil, telah menghalangi bajak laut untuk menjalankan aksinya. Meski begitu, Biro Maritim Internasional tetap memperingatkan kapal yang berlayar di sekitar Somalia.
Kapten Pottengal Mukundan, Direktur Biro Maritim Internasional, menyebut hal ini sebagai berita baik. “Tapi, kita tak boleh cepat puas. Perairan masih memiliki resiko tinggi dan kehadiran Angkatan Laut masih tetap diperlukan,” kata Mukundan seperti dikutip dari CNN.com, Senin (22/10/2012).
Akhir-akhir ini, serangan lebih banyak dilaporkan terjadi di Teluk Guinea. Urutan berikut ada di perairan Benin dan Togo. Biro Maritim Internasional mengatakan, serangan sering ditujukan untuk mencuri produk minyak sulingan yang dapat dengan mudah dijual di pasar bebas.
Meskipun dalam 3 bulan terakhir hanya ada satu serangan yang dilaporkan terjadi di lepas pantai Somalia, tapi para bajak laut masih menahan 11 kapal dan 167 awak kapal sebagai sandera. Sekitar 21 anggota bajak laut berhasil ditahan dan dipenjara dengan hukuman lebih dari 30 bulan.
(esn)