Ribuan Dokter di Peru tangguhkan aksi mogok
Senin, 22 Oktober 2012 - 16:44 WIB
Ribuan Dokter di Peru tangguhkan aksi mogok
A
A
A
Sindonews.com – Ribuan Dokter dan pekerja medis di Peru untuk sementara menangguhkan aksi mogok mereka. “Kami akan kembali bekerja, sambil mempertimbangkan usulan dari pemerintah soal kenaikan gaji,” kata Pemimpin Serikat Dokter Peru, Cesar Palomino, seperti dikutip dari BBC.co.uk, Senin (22/10/2012).
Aksi mogok yang dilakukan dokter dan pekerja medis di seluruh Peru, telah mengakibatkan rakyat miskin tak bisa menerima layanan medis selama satu bulan terakhir. Pemogokan ini juga telah membuat rumah sakit dan klinik di Peru berhenti beroperasi.
Yang paling menderita atas aksi pemogokan ini memang masyarakat kelas bawah. Sementara masyarakat kelas atas di Peru, masih bisa mendapatkan layanan di rumah sakit swasta. Media Peru melaporkan, keputusan ini diambil tak lama setelah pemerintah mengancam akan memotong gaji dokter, kecuali mereka kembali bekerja.
Serikat Pekerja Medis menyalahkan kebijakan konservatif Presiden Peru, Ollanta Humala, di bidang ekonomi. Kebijakan ini diaplikasikan oleh Menteri Keuangan Peru, Luis Miguel Castilla, dengan membatalkan kenaikan upah pekerja medis.
Aksi mogok yang dilakukan dokter dan pekerja medis di seluruh Peru, telah mengakibatkan rakyat miskin tak bisa menerima layanan medis selama satu bulan terakhir. Pemogokan ini juga telah membuat rumah sakit dan klinik di Peru berhenti beroperasi.
Yang paling menderita atas aksi pemogokan ini memang masyarakat kelas bawah. Sementara masyarakat kelas atas di Peru, masih bisa mendapatkan layanan di rumah sakit swasta. Media Peru melaporkan, keputusan ini diambil tak lama setelah pemerintah mengancam akan memotong gaji dokter, kecuali mereka kembali bekerja.
Serikat Pekerja Medis menyalahkan kebijakan konservatif Presiden Peru, Ollanta Humala, di bidang ekonomi. Kebijakan ini diaplikasikan oleh Menteri Keuangan Peru, Luis Miguel Castilla, dengan membatalkan kenaikan upah pekerja medis.
(esn)