Polisi Azerbaijan tangkap puluhan aktivis oposisi
Minggu, 21 Oktober 2012 - 15:09 WIB
Polisi Azerbaijan tangkap puluhan aktivis oposisi
A
A
A
Sindonews.com – Polisi Azerbaijan menangkap puluhan aktivis oposisi yang berdemonstrasi di Ibu Kota Baku, Sabtu (20/10/2012). Seperti dilaporkan The Star, para aktivis ini menuntut pengunduran diri Presiden Ilham Aliyev dan pembubaran Parlemen.
Dunia Barat dan kelompok hak asasi manusia menuduh Presiden Aliyev, yang menggantikan ayahnya pada tahun 2003, telah menekan hak berbicara warganya. Namun, pemerintah menegaskan, bahwa negara kaya minyak itu memberi kebebasan penuh untuk berbicara bagi warganya.
"Azerbaijan harus membubarkan parlemen yang sudah rusak ini. Parlemen tidak mencerminkan kepentingan rakyat," kata Natavan Salimzade, seorang aktivis oposisi dari Front Popular, sebelum ditangkap oleh polisi. "Jika Aliyev tak bisa memerintah negara kami dengan baik, maka ia harus mengundurkan diri. Kami layak mendapatkan pemimpin yang lebih baik dan pemilihan demokratis," katanya.
Protes itu dipicu oleh skandal korupsi yang melibatkan mantan anggota parlemen dari Partai berkuasa, Yeni Azerbaijan. Anggota Parlemen lainnya, Gular Akhmedova, dilucuti kekebalannya sebagai anggota parlemen, karena diduga terlibat kasus pemerasan.
Azerbaijan adalah sebuah Republik di Laut Kaspia, bekas anggota Uni Soviet yang berpenduduk mayoritas Muslim. Negara ini adalah pemasok energi yang penting untuk Eropa dan rute transit utama bagi pasukan AS di Afghanistan.
Di bawah tekanan dari dunia Barat, pada awal tahun ini, pemerintah mengeluarkan beberapa aktivis oposisi dan beberapa wartawan dari penjara. Namun, masih ada puluhan aktivis oposisi dan wartawan lain yang masih dipenjara pemerintah Azerbaijan.
Dunia Barat dan kelompok hak asasi manusia menuduh Presiden Aliyev, yang menggantikan ayahnya pada tahun 2003, telah menekan hak berbicara warganya. Namun, pemerintah menegaskan, bahwa negara kaya minyak itu memberi kebebasan penuh untuk berbicara bagi warganya.
"Azerbaijan harus membubarkan parlemen yang sudah rusak ini. Parlemen tidak mencerminkan kepentingan rakyat," kata Natavan Salimzade, seorang aktivis oposisi dari Front Popular, sebelum ditangkap oleh polisi. "Jika Aliyev tak bisa memerintah negara kami dengan baik, maka ia harus mengundurkan diri. Kami layak mendapatkan pemimpin yang lebih baik dan pemilihan demokratis," katanya.
Protes itu dipicu oleh skandal korupsi yang melibatkan mantan anggota parlemen dari Partai berkuasa, Yeni Azerbaijan. Anggota Parlemen lainnya, Gular Akhmedova, dilucuti kekebalannya sebagai anggota parlemen, karena diduga terlibat kasus pemerasan.
Azerbaijan adalah sebuah Republik di Laut Kaspia, bekas anggota Uni Soviet yang berpenduduk mayoritas Muslim. Negara ini adalah pemasok energi yang penting untuk Eropa dan rute transit utama bagi pasukan AS di Afghanistan.
Di bawah tekanan dari dunia Barat, pada awal tahun ini, pemerintah mengeluarkan beberapa aktivis oposisi dan beberapa wartawan dari penjara. Namun, masih ada puluhan aktivis oposisi dan wartawan lain yang masih dipenjara pemerintah Azerbaijan.
(esn)