Bajak laut Somalia bebaskan sebuah kapal kargo
Minggu, 21 Oktober 2012 - 15:00 WIB
Bajak laut Somalia bebaskan sebuah kapal kargo
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah kapal kargo yang sudah disandera selama hampir 2 tahun, akhirnya dibebaskan oleh kelompok bajak laut Somalia. Seperti dikutip dari news.com.au, Minggu (21/10/2012), pembebasan kapal kargo ini diumumkan oleh seorang pemimpin bajak laut Somalia, Hassan Abdi.
“Sebuah kapal kargo, MV Orna telah dibebaskan setelah disandera selama hampir dua tahun. Uang tebusan USD 600 ribu telah dibayarkan untuk pembebasan MV Orna pada Jumat (19/10/2012). Namun, 6 awak kapal masih kami tahan,” ujar Abdi.
Enam awak kapal ini masih disandera para bajak laut di daerah yang belum diketahui lokasinya. Peristiwa tragis terjadi pada Agustus lalu, saat bajak laut menembak mati salah satu sandera, karena terlambatnya pembayaran uang tebusan.
“MV Orna harus diderek oleh kapal lain, karena sudah kehabisan bahan bakar,” lanjut Abdi. MV Orna dimiliki oleh sebuah perusahaan di Uni Emirat Arab. Kapal ini dibajak pada 400 mil Timur laut Seychelles, sebuah negara kepulauan kecil di Afrika pada bulan Desember 2010 silam.
Aksi pembajakan kapal-kapal yang melintas di Samudera Hindia memang menurun drastis sejak diberlakukan patroli bersama oleh angkatan laut beberapa negara. Meski begitu, saat ini para bajak laut masih menahan 6 kapal dan sekitar 170 awak.
“Sebuah kapal kargo, MV Orna telah dibebaskan setelah disandera selama hampir dua tahun. Uang tebusan USD 600 ribu telah dibayarkan untuk pembebasan MV Orna pada Jumat (19/10/2012). Namun, 6 awak kapal masih kami tahan,” ujar Abdi.
Enam awak kapal ini masih disandera para bajak laut di daerah yang belum diketahui lokasinya. Peristiwa tragis terjadi pada Agustus lalu, saat bajak laut menembak mati salah satu sandera, karena terlambatnya pembayaran uang tebusan.
“MV Orna harus diderek oleh kapal lain, karena sudah kehabisan bahan bakar,” lanjut Abdi. MV Orna dimiliki oleh sebuah perusahaan di Uni Emirat Arab. Kapal ini dibajak pada 400 mil Timur laut Seychelles, sebuah negara kepulauan kecil di Afrika pada bulan Desember 2010 silam.
Aksi pembajakan kapal-kapal yang melintas di Samudera Hindia memang menurun drastis sejak diberlakukan patroli bersama oleh angkatan laut beberapa negara. Meski begitu, saat ini para bajak laut masih menahan 6 kapal dan sekitar 170 awak.
(esn)