Mantan Jubir Gaddafi ditangkap di Libya
Minggu, 21 Oktober 2012 - 14:41 WIB
Mantan Jubir Gaddafi ditangkap di Libya
A
A
A
Sindonews.com – Moussa Ibrahim, mantan Juru Bicara diktator Libya, Muammar Gaddafi ditangkap di Libya. Seperti dilaporkan BBC.co.uk, Sabtu (20/20/2012), Ibrahim ditangkap di Tarhouna, 65 km Selatan Tripoli, Ibu Kota Libya.
Laporan penangkapan Ibrahim ini dikeluarkan kantor Perdana Menteri Libya, Ali Zidan. Namun, laporan itu tak menyertakan foto penangkapan Ibrahim. "Moussa Ibrahim telah ditangkap oleh pasukan pemerintah Libya di kota Tarhouna dan ia sedang dipindahkan ke Tripoli untuk memulai interogasi," kata pernyataan tersebut.
Meski pernyataan ini dikeluarkan oleh kantor Perdana Menteri, tapi banyak pejabat di Libya yang tak mempercayai laporan ini. Sebab, beberapa waktu sebelumnya juga sudah ada laporan yang menyebut Ibrahim telah tertangkap, namun ternyata laporan itu palsu.
Tarhouna terletak di dekat Bani Walid, salah satu benteng terakhir pasukan pro Gaddafi saat terjadinya konflik perebutan kekuasaan tahun lalu. Selama perang perebutan kekuasaan itu, Ibrahim kerap menggelar konferensi pers di hotel Rixos, sebuah hotel di Tripoli yang menjadi tempat berkumpulnya wartawan asing.
Ibrahim terakhir kali terlihat di hotel itu pada Agustus 2011, beberapa saat sebelum hancurnya rezim Gaddafi dan Tripoli jatuh ke tangan pemberontak.
Sementara itu, Pemimpin Libya saat ini, Mohammed Magarief mengatakan, setelah satu tahun runtuhnya rezim Gaddafi, negara itu belum sepenuhnya aman dari pertikaian bersenjata.
Kelompok-kelompok milisi yang membantu mengalahkan pasukan pro Gaddafi, saat ini posisinya masih tetap kuat di banyak bagian negara itu. Dalam beberapa hari terakhir, sempat terjadi bentrokan antara milisi di wilayah Bani Walid.
Laporan penangkapan Ibrahim ini dikeluarkan kantor Perdana Menteri Libya, Ali Zidan. Namun, laporan itu tak menyertakan foto penangkapan Ibrahim. "Moussa Ibrahim telah ditangkap oleh pasukan pemerintah Libya di kota Tarhouna dan ia sedang dipindahkan ke Tripoli untuk memulai interogasi," kata pernyataan tersebut.
Meski pernyataan ini dikeluarkan oleh kantor Perdana Menteri, tapi banyak pejabat di Libya yang tak mempercayai laporan ini. Sebab, beberapa waktu sebelumnya juga sudah ada laporan yang menyebut Ibrahim telah tertangkap, namun ternyata laporan itu palsu.
Tarhouna terletak di dekat Bani Walid, salah satu benteng terakhir pasukan pro Gaddafi saat terjadinya konflik perebutan kekuasaan tahun lalu. Selama perang perebutan kekuasaan itu, Ibrahim kerap menggelar konferensi pers di hotel Rixos, sebuah hotel di Tripoli yang menjadi tempat berkumpulnya wartawan asing.
Ibrahim terakhir kali terlihat di hotel itu pada Agustus 2011, beberapa saat sebelum hancurnya rezim Gaddafi dan Tripoli jatuh ke tangan pemberontak.
Sementara itu, Pemimpin Libya saat ini, Mohammed Magarief mengatakan, setelah satu tahun runtuhnya rezim Gaddafi, negara itu belum sepenuhnya aman dari pertikaian bersenjata.
Kelompok-kelompok milisi yang membantu mengalahkan pasukan pro Gaddafi, saat ini posisinya masih tetap kuat di banyak bagian negara itu. Dalam beberapa hari terakhir, sempat terjadi bentrokan antara milisi di wilayah Bani Walid.
(esn)