Tepi Barat gelar pemilu
Sabtu, 20 Oktober 2012 - 17:38 WIB
Tepi Barat gelar pemilu
A
A
A
Sindonews.com - Warga Palestina di Tepi Barat pagi ini menuju tempat-tempat pemungutan suara untuk pertama kali setelah lebih dari enam tahun memberikan suara mereka dalam pemilihan lokal.
Seperti diberitakan BBC.co.uk, Sabtu (20/12/2012) pemilu kali ini diikuti oleh sejumlah kandidat dari Partai Fatah pimpinan Presiden Mahmoud Abbas dan sejumlah calon independen dan pembangkang. Selain itu, beberapa anggota dari partai sayap kiri turut serta dalam pemilu ini.
Pemilu yang digelar kali ini telah berulang kali tertunda. Pasalnya, Hamas dan beberapa kelompok islamis lain yang berkuasa di Gaza berulang kali memboikot pemilu ini.
Sementara itu, Wartawan BBC dari Tepi Barat melaporkan pemilu yang digelar kali ini jauh dari kesan perayaan dimana tidak lebih dari setengah konstituen Tepi Barat berpartisipasi dalam pemilu ini. Sebagian besar penduduk Palestina menganggap pemilihan hanya sebagai simbol disfungsi sistem politik mereka yang terus berlanjut.
Saat ini kepemimpinan Presiden Mahmoud Abbas menghadapi aksi protes atas kebijakan ekonomi terkait peningkatan harga bahan bakar minyak dan kenaikan harga pangan.
Pemilu tahap pertama ini diselenggarakan sejak pukul 7 pagi hingga 7 malam waktu setempat. Pemerintah Palestina juga telah menyiagakan sekitar 10 ribu pasukan keamanan untuk mengamankan jalanya pemilu tersebut.
Dimana 900 lokasi pemungutan suara yang tersebar di 91 kota dari 353 kota yang terdapat di Tepi Barat. Sementara, di 181 kotamadya, dewan kota dibentuk tanpa pemilihan karena kekurangan kandidat.
Pemerintah Palestina hanya menguasai sebagian kecil wilayah Tepi Barat, dimana sebagian besar wilayah itu dibawah kendali militer Israel. Sementara Hamas berhasil mengambil alih wilayah Gaza setelah menang mutlak dalam pemilihan umum 2007 lalu. Israel telah menarik diri dari Gaza di tahun 2005 tapi masih memblokir wilayah di sekitar Gaza.
Seperti diberitakan BBC.co.uk, Sabtu (20/12/2012) pemilu kali ini diikuti oleh sejumlah kandidat dari Partai Fatah pimpinan Presiden Mahmoud Abbas dan sejumlah calon independen dan pembangkang. Selain itu, beberapa anggota dari partai sayap kiri turut serta dalam pemilu ini.
Pemilu yang digelar kali ini telah berulang kali tertunda. Pasalnya, Hamas dan beberapa kelompok islamis lain yang berkuasa di Gaza berulang kali memboikot pemilu ini.
Sementara itu, Wartawan BBC dari Tepi Barat melaporkan pemilu yang digelar kali ini jauh dari kesan perayaan dimana tidak lebih dari setengah konstituen Tepi Barat berpartisipasi dalam pemilu ini. Sebagian besar penduduk Palestina menganggap pemilihan hanya sebagai simbol disfungsi sistem politik mereka yang terus berlanjut.
Saat ini kepemimpinan Presiden Mahmoud Abbas menghadapi aksi protes atas kebijakan ekonomi terkait peningkatan harga bahan bakar minyak dan kenaikan harga pangan.
Pemilu tahap pertama ini diselenggarakan sejak pukul 7 pagi hingga 7 malam waktu setempat. Pemerintah Palestina juga telah menyiagakan sekitar 10 ribu pasukan keamanan untuk mengamankan jalanya pemilu tersebut.
Dimana 900 lokasi pemungutan suara yang tersebar di 91 kota dari 353 kota yang terdapat di Tepi Barat. Sementara, di 181 kotamadya, dewan kota dibentuk tanpa pemilihan karena kekurangan kandidat.
Pemerintah Palestina hanya menguasai sebagian kecil wilayah Tepi Barat, dimana sebagian besar wilayah itu dibawah kendali militer Israel. Sementara Hamas berhasil mengambil alih wilayah Gaza setelah menang mutlak dalam pemilihan umum 2007 lalu. Israel telah menarik diri dari Gaza di tahun 2005 tapi masih memblokir wilayah di sekitar Gaza.
(aww)