Sistem komputer perbankan AS diserang, Iran jadi tersangka

Jum'at, 19 Oktober 2012 - 19:18 WIB
Sistem komputer perbankan...
Sistem komputer perbankan AS diserang, Iran jadi tersangka
A A A
Sindonews.com – Sepanjang pekan ini, sistem komputer perbankan Amerika Serikat (AS) mengalami serangan. Seperti dikutip dari CNN.com, Kamis (18/10/2012), diduga serangan-serangan itu dilakukan hacker yang yang didukung oleh pemerintah Iran.

Serangan terhadap Capital One Financial Corp dan BB & T Corp terjadi pada pertengahan pekan ini. Para pejabat perbankan AS menggambarkan, serangan ini membuat para pelanggan tak bisa mengakses akun mereka di situs-situs perbankan. Meski muncul sejumlah kerusakan, namun dilaporkan tak ada akun yang dijebol.

“Layanan pada BB & T.com terputus-putus dan itu menyebabkan pelanggan tak bisa menggunakan layanan kami,” kata Juru Bicara BB & T Corp, David White. Sementara Stead Tatiana, Juru Bicara Capital One, mengatakan, sistem komputer di perusahaannya mengalami penundaan. “Terjadi penundaan karena besarnya lalu lintas di web kami,” jelas Tatiana.

Kepala Eksekutif PNC Financial Services, James Rohr, mengatakan pada CNBCnews, Kamis (18/10/2012), bahwa Iran berada di balik serangan terhadap PNC Financial Services bulan lalu. “Kami mengalami serangan paling lama dibanding bank lain. Hacker telah menyerang kami,” kata Rohr. Hingga kini, kalangan perbankan AS masih belum bisa menghentikan serangan ini.

Sementara itu, sebuah kelompok yang menamakan diri Qassam Cyber Fighters mengaku bertanggung jawab atas serangan-serangan ini. Qassam Cyber Fighters bahkan menegaskan, kalau mereka akan melanjutkan serangan pada akhir pekan ini. Para pejabat AS percaya, Qassam Cyber Fighters adalah kelompok yang didukung oleh Iran.

Kelompok ini menyebut, serangan yang dilakukan adalah pembalasan atas film anti Islam yang dibuat di Amerika Serikat. Film ini menyebabkan kerusuhan dan protes di beberapa negara muslim. Namun, pejabat AS menyatakan, serangan cyber pada sistem perbankan AS ini adalah pembalasan atas sanksi dunia Barat terhadap Iran yang bertujuan memaksa Teheran untuk menghentikan pengembangan program nuklirnya.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
57 menit yang lalu
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
1 jam yang lalu
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
2 jam yang lalu
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
3 jam yang lalu
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
3 jam yang lalu
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
4 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved