Iran siap bantu ciptakan gencatan senjata di Suriah
Kamis, 18 Oktober 2012 - 17:11 WIB
Iran siap bantu ciptakan gencatan senjata di Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad menyetujui permintaan utusan PBB untuk krisis Suriah, Lakhdar Brahimi, guna membantu rencana gencatan senjata selama perayaan Idul Adha di Suriah.
Seperti diketahui, Brahimi meminta bantuan pada Pemerintah Iran untuk mewujudkan gencatan senjata, antara militer dan pemberontak Suriah selama perayaan Idul Adha, 26 Oktober mendatang.
"Tentu saja perang tidak dapat menjadi sebuah solusi yang pantas dan setiap kelompok yang mendapatkan kekuasaan melalui perang dan terus melanjutkan perang, tidak akan memiliki masa depan," ungkap Ahmadinejad seperti diberitakan Iolco.za, Kamis (18/10/2012).
"Siapapun yang menjadi teman bagi Suriah, harus mengusahakan terciptanya sebuah pemilihan umum yang beres di negara yang telah dilanda perang selama 19 bulan ini. Gencatan senjata dan pemilihan umum yang bebas, menurut pandangan saya adalah solusi terbai untuk Suriah," ungkap Ahmadinejad.
Ahmadinejad mengatakan, kubu yang berada di pemerintah Suriah harus membantu menyelesaikan konflik, sehingga masalah yang muncul dapat diselesaikan melalui meja perundingan, bukan lewat pertempuran.
"Dibutuhkan kesepakatan nasional guna menciptakan persatuan yang berdasarkan pada gencatan senjata. Semua ini demi masa depan Suriah. Ini adalah sesuatu yang harus diputuskan oleh semua orang di Suriah dan mereka harus mengikuti pilihan yang telah ditetapkan," terang Ahmadinejad.
Ahmadinejad menambahkan, hubungan antara Iran dan semua negara di kawasan Timur Tengah sangat erat dan penuh persaudaraan. Sementara banyak pihak menggambarkan Iran sebagai sebuah ancaman di Timur Tengah.
"Padahal itu tidak benar, Iran menilai keamanan kawasan sebagai keamanan sendiri. Keamanan akan terpengaruh jika pasukan asing menyerbu kawasan.” ungkap Ahmadinejad.
Seperti diketahui, Brahimi meminta bantuan pada Pemerintah Iran untuk mewujudkan gencatan senjata, antara militer dan pemberontak Suriah selama perayaan Idul Adha, 26 Oktober mendatang.
"Tentu saja perang tidak dapat menjadi sebuah solusi yang pantas dan setiap kelompok yang mendapatkan kekuasaan melalui perang dan terus melanjutkan perang, tidak akan memiliki masa depan," ungkap Ahmadinejad seperti diberitakan Iolco.za, Kamis (18/10/2012).
"Siapapun yang menjadi teman bagi Suriah, harus mengusahakan terciptanya sebuah pemilihan umum yang beres di negara yang telah dilanda perang selama 19 bulan ini. Gencatan senjata dan pemilihan umum yang bebas, menurut pandangan saya adalah solusi terbai untuk Suriah," ungkap Ahmadinejad.
Ahmadinejad mengatakan, kubu yang berada di pemerintah Suriah harus membantu menyelesaikan konflik, sehingga masalah yang muncul dapat diselesaikan melalui meja perundingan, bukan lewat pertempuran.
"Dibutuhkan kesepakatan nasional guna menciptakan persatuan yang berdasarkan pada gencatan senjata. Semua ini demi masa depan Suriah. Ini adalah sesuatu yang harus diputuskan oleh semua orang di Suriah dan mereka harus mengikuti pilihan yang telah ditetapkan," terang Ahmadinejad.
Ahmadinejad menambahkan, hubungan antara Iran dan semua negara di kawasan Timur Tengah sangat erat dan penuh persaudaraan. Sementara banyak pihak menggambarkan Iran sebagai sebuah ancaman di Timur Tengah.
"Padahal itu tidak benar, Iran menilai keamanan kawasan sebagai keamanan sendiri. Keamanan akan terpengaruh jika pasukan asing menyerbu kawasan.” ungkap Ahmadinejad.
(aww)