Korsel tangkap 23 nelayan China
Rabu, 17 Oktober 2012 - 20:19 WIB
Korsel tangkap 23 nelayan China
A
A
A
Sindonews.com - Penjaga pantai Korea Selatan (Korsel) mengumumkan, bahwa mereka telah menahan 23 nelayan ilegal asal China yang terlibat bentrok di Laut Kuning.
Seperti dilansir dalam Iolco.za, Rabu (17/10/2012), selain menangkap 23 nelayan, petugas penjaga pantai Korsel juga menarik dua buah kapal ke sebuah pelabuhan di wilayah Mokpo, Korsel. Mereka sebelumnya melakukan penangkapan ikan secara ilegal dengan menggunakan jaring pukat harimau.
"Perwakilan China di Mokpo, mewawancarai satu persatu nelayan setibanya di pelabuhan, Rabu (17/10/2012) pagi," ungkap juru bicara petugas pantai Mokpo.
Petugas penjaga pantai mengatakan, operasi penangkapan nelayan ilegal itu sempat ricuh. Bentrokan antara nelayan dengan petugas penjaga pantai tak terelakan, Selasa (16/10/2012) sore dan menewaskan salah seorang nelayan berusia 44 tahun.
Nelayan itu menderita luka parah setelah tertembak peluru karet. Namun malang, nelayan tersebut meninggal saat dilarikan ke rumah sakit di Mokpo menggunakan sebuah helikopter. Para nelayan membawa sejumlah senjata tajam, seperti kapak, pisau, dan berbagai senjata tajam lainya.
Kedutaan Besar China di Seoul, meminta Korsel untuk menyelidiki secara serius dan menyeluruh tentang kematian nelayan ini. Sementara Kementerian Luar Negeri Korsel menyesalkan jatuhnya korban jiwa dalam operasi penangkapan tersebut.
Nelayan China sering kali melakukan penangkapan ikan secara ilegal di wilayah perairan Korsel. Sepanjang tahun 2012, tercatat penjaga pantai Korsel telah menangkap lebih dari 130 kapal nelayan China.
Seperti dilansir dalam Iolco.za, Rabu (17/10/2012), selain menangkap 23 nelayan, petugas penjaga pantai Korsel juga menarik dua buah kapal ke sebuah pelabuhan di wilayah Mokpo, Korsel. Mereka sebelumnya melakukan penangkapan ikan secara ilegal dengan menggunakan jaring pukat harimau.
"Perwakilan China di Mokpo, mewawancarai satu persatu nelayan setibanya di pelabuhan, Rabu (17/10/2012) pagi," ungkap juru bicara petugas pantai Mokpo.
Petugas penjaga pantai mengatakan, operasi penangkapan nelayan ilegal itu sempat ricuh. Bentrokan antara nelayan dengan petugas penjaga pantai tak terelakan, Selasa (16/10/2012) sore dan menewaskan salah seorang nelayan berusia 44 tahun.
Nelayan itu menderita luka parah setelah tertembak peluru karet. Namun malang, nelayan tersebut meninggal saat dilarikan ke rumah sakit di Mokpo menggunakan sebuah helikopter. Para nelayan membawa sejumlah senjata tajam, seperti kapak, pisau, dan berbagai senjata tajam lainya.
Kedutaan Besar China di Seoul, meminta Korsel untuk menyelidiki secara serius dan menyeluruh tentang kematian nelayan ini. Sementara Kementerian Luar Negeri Korsel menyesalkan jatuhnya korban jiwa dalam operasi penangkapan tersebut.
Nelayan China sering kali melakukan penangkapan ikan secara ilegal di wilayah perairan Korsel. Sepanjang tahun 2012, tercatat penjaga pantai Korsel telah menangkap lebih dari 130 kapal nelayan China.
(aww)