Penjaga perbatasan Kanada ditembak
Rabu, 17 Oktober 2012 - 19:47 WIB
Penjaga perbatasan Kanada ditembak
A
A
A
Sindonews.com – Seorang penjaga perbatasan Kanada menderita luka serius setelah ditembak oleh seorang pengemudi mobil berplat nomor Washington. Seperti dikutip dari CBC News, Rabu (17/10/2012), peristiwa yang menimpa petugas perempuan yang tak dipublikasikan namanya ini terjadi di titik penyeberangan Amerika Serikat – Kanada, Peace Arch, sekitar 40 km Selatan Vancouver.
“Petugas yang ditembak masih bernapas dan dalam kondisi sadar saat diterbangkan ke rumah sakit,” jelas Juru Bicara Royal Canadian Mounted Police (RCMP), Bert Paquet. Menurut Paquet, seorang pria yang mengendarai mobil van warna putih, berhenti di pos perbatasan dan menembak seorang penjaga perbatasan.
Setelah melakukan aksi penembakan, si pengemudi yang belum diketahu indentitasnya, langsung melakukan aksi bunuh diri dengan menembakan pistol ke kepalanya sendiri. “Si tersangka meninggal akibat tindakannya sendiri,” jelas Paquet.
Beberapa saksi mata mengatakan, setelah terdengar suara letusan senjata, sejumlah petugas langsung mengepung mobil van tersebut. Namun, si pengemudi tak mau keluar dan malah melakukan aksi bunuh diri.
“Saya berada di jalur yang berbeda dengan mobil itu. Terdengar suara tembakan dan teriakan wanita. Teriakan ini menarik perhatian penjaga perbatasan lainnya, 10 detik kemudian mobil itu sudah dikepung para petugas yang menodongkan senjata. Petugas memintanya meletakan tangan di atas kepala, tapi ia nampaknya lebih memilih untuk mengakhiri hidup,” tutur seorang saksi mata, LeAnn Dombrosky.
Peace Arch sendiri adalah pos perbatasan ketiga tersibuk dari semua pos perbatasan AS - Kanada. Di hari biasa, rata-rata 3.500 mobil melewati pos perbatasan ini. Di hari libur, tercatat ada sekitar 4.800 mobil per hari yang melintas. Seusai aksi penembakan, pos perbatasan ini langsung ditutup selama 4 jam.
“Petugas yang ditembak masih bernapas dan dalam kondisi sadar saat diterbangkan ke rumah sakit,” jelas Juru Bicara Royal Canadian Mounted Police (RCMP), Bert Paquet. Menurut Paquet, seorang pria yang mengendarai mobil van warna putih, berhenti di pos perbatasan dan menembak seorang penjaga perbatasan.
Setelah melakukan aksi penembakan, si pengemudi yang belum diketahu indentitasnya, langsung melakukan aksi bunuh diri dengan menembakan pistol ke kepalanya sendiri. “Si tersangka meninggal akibat tindakannya sendiri,” jelas Paquet.
Beberapa saksi mata mengatakan, setelah terdengar suara letusan senjata, sejumlah petugas langsung mengepung mobil van tersebut. Namun, si pengemudi tak mau keluar dan malah melakukan aksi bunuh diri.
“Saya berada di jalur yang berbeda dengan mobil itu. Terdengar suara tembakan dan teriakan wanita. Teriakan ini menarik perhatian penjaga perbatasan lainnya, 10 detik kemudian mobil itu sudah dikepung para petugas yang menodongkan senjata. Petugas memintanya meletakan tangan di atas kepala, tapi ia nampaknya lebih memilih untuk mengakhiri hidup,” tutur seorang saksi mata, LeAnn Dombrosky.
Peace Arch sendiri adalah pos perbatasan ketiga tersibuk dari semua pos perbatasan AS - Kanada. Di hari biasa, rata-rata 3.500 mobil melewati pos perbatasan ini. Di hari libur, tercatat ada sekitar 4.800 mobil per hari yang melintas. Seusai aksi penembakan, pos perbatasan ini langsung ditutup selama 4 jam.
(esn)