Lagi, anggota Angkatan Laut AS perkosa wanita Jepang

Rabu, 17 Oktober 2012 - 16:41 WIB
Lagi, anggota Angkatan...
Lagi, anggota Angkatan Laut AS perkosa wanita Jepang
A A A
Sindonews.com – Dua anggota Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) diduga telah melakukan tindakan pemerkosaan dan perampokan pada seorang wanita Jepang di Okinawa. Seperti dikutip dari NBC News, Rabu (17/10/2012), aksi pemerkosaan ini diduga terjadi pada Selasa (16/10/2012) pukul 4 dini hari waktu setempat.

Menurut pihak berwenang, wanita yang berusia 27 tahun itu mengaku diikuti oleh para pelaku saat tengah menuju apartemennya. Kemudian, kedua pelaku merampok dan memperkosa korban di tempat parkir. Korban yang mengalamai cedera di bagian leher itu, mengaku tak mengenal para penyerangnya.

Selain dua anggota itu, masih ada satu anggota AL AS lainnya di lokasi kejadian. Namun, orang ketiga ini tak melakukan apa-apa. Dua anggota AL AS itu adalah Christopher Browning dan Skyler Dozierwalker. Saat ini, ketiga pelaut ini sudah ditahan oleh pihak Kepolisian Jepang.

Menurut perjanjian antara AS dan Jepang, pemerintah Jepang memiliki yurisdiksi dan wewenang untuk menangkap dan membawa terdakwa ke pengadilan. Jika terbukti bersalah, para pelaku juga bisa dipenjara di Jepang. Dinas Investigasi Kriminal AL AS sedang melakukan penyelidikan bersama dengan pihak Kepolisian Okinawa.

Para pelaut yang sama-sama berusia 23 tahun ini adalah awak kapal kargo AL AS dan hanya berada satu hingga dua hari di Okinawa. Saat peristiwa terjadi, keduanya tengah mendapat cuti satu malam. Insiden ini diprediksi bisa kian mengobarkan sentimen anti-Amerika di Okinawa.

Menteri Pertahanan Jepang, Satoshi Morimoto, telah mengajukan protes keras pada pemerintah dan Pimpinan Militer AS. Morimoto meminta langkah-langkah pencegahan yang lebih baik.
Sementara Gubernur Okinawa, Hirokazu Nakaima, menyebut insiden ini sudah melampaui batas.

Duta Besar AS untuk Jepang, John Ross mengaku sangat prihatin dengan kejadian ini. "Kami berkomitmen untuk bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang Jepang dalam penyelidikan mereka," katanya. Ross telah mendapat desakan dari Pemerintah Jepang untuk melakukan
penegakan disiplin ketat dan tindakan pencegahan.

Kasus perkosaan yang dilakukan anggota militer AS terhadap warga Okinawa bukan kali pertama terjadi. Pada 1995, aksi protes besar-besaran terjadi di Okinawa, setelah tiga prajurit AS melakukan perkosaan pada seorang siswi sekolah berusia 12 tahun.

Pada 2008, seorang Marinir AS ditangkap atas tuduhan menyerang dan menganiaya seorang wanita di Naha, Ibu Kota Okinawa. Okinawa menjadi tuan rumah dari sekitar 250 ribu pasukan AS. Banyak warga Jepang yang ingin militer AS segera angkat kaki dari pulau itu.
(esn)
Berita Terkait
Banyak Warga Tertimbun...
Banyak Warga Tertimbun Reruntuhan, Korban Tewas Akibat Gempa Jepang Terus Bertambah
Rekomendasi Tempat Wisata...
Rekomendasi Tempat Wisata di Jepang bagi Wisatawan Indonesia
Dahsyatnya Gempa Merobek...
Dahsyatnya Gempa 'Merobek' Jalanan di Anamizu Jepang
6 Fakta Unik Onigiri,...
6 Fakta Unik Onigiri, dari Makanan Jiwa hingga Simbol Terima Kasih
Pekerja Asing Jadi Ancaman,...
Pekerja Asing Jadi Ancaman, 3 Alasan Jepang Bentuk Satuan Tugas untuk Utamakan Warga Lokal
8 Kesalahpahaman tentang...
8 Kesalahpahaman tentang Jepang, dari Teknologi hingga Sushi
Berita Terkini
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
35 menit yang lalu
Horor! Jendela Pesawat...
Horor! Jendela Pesawat Terlepas di Tengah Penerbangan, Seorang Penumpang Nyaris Tersedot Keluar
1 jam yang lalu
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
1 jam yang lalu
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
2 jam yang lalu
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
2 jam yang lalu
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
3 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved