Obama tegaskan bertanggung jawab atas serangan Benghazi
Rabu, 17 Oktober 2012 - 13:40 WIB
Obama tegaskan bertanggung jawab atas serangan Benghazi
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, nampak geram saat calon Presiden (capres) dari Partai Republik, Mitt Romney mengangkat isu keamanan menjadi politik dalam debat kedua calon Presiden AS di New York, Rabu (17/10/2012) pagi WIB.
Obama menegaskan, bahwa ia bertanggung jawab sepenuhnya atas insiden penyerangan Konsulat AS di Bengazhi, Libya, yang menyebabkan tewasnya Duta Besar AS, Chris Stevens dan tiga orang stafnya. Obama mengatakan, serangan tersebut merupakan aksi teror, sementara Romney menyalahkan Obama karena film yang menghina Nabi Muhammad, yang jadi pemicu serangan, dibuat di AS.
"Gubenur memiliki cara yang berbeda dalam menanggapi serangan ini. Saat para diplomat sedang menghadapi ancaman, Gubenur Romney malah merilis penyataan pers, ia mencoba membuat sebuah poin politik dan itu bukan sebuah sikap pemimpin. Anda tidak boleh mengangkat isu keamanan menjadi isu politik. Itu bukan tindakan yang tepat," ungkap Obama Seperti dilansir, CNN , Rabu (17/10/2012).
Romney pun menyerang balik, dengan mengatakan, Presiden justru melakukan kampanye penggalangan dana usai serangan yang terjadi pada 11 September silam.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, menyatakan, dirinya bertanggungjawab atas kejadian 11 September.
Clinton menegaskan, bahwa Presiden Obama dan Wakil Presiden Joe Biden tidak terlibat dalam proses pengambilan keputusan mengenai masalah keamanan di perwakilan AS di luar negeri. "Saya ingin menghindari krisuh politik yang bisa disebabkan atas kejadian ini," terang Hillary.
Obama menegaskan, bahwa ia bertanggung jawab sepenuhnya atas insiden penyerangan Konsulat AS di Bengazhi, Libya, yang menyebabkan tewasnya Duta Besar AS, Chris Stevens dan tiga orang stafnya. Obama mengatakan, serangan tersebut merupakan aksi teror, sementara Romney menyalahkan Obama karena film yang menghina Nabi Muhammad, yang jadi pemicu serangan, dibuat di AS.
"Gubenur memiliki cara yang berbeda dalam menanggapi serangan ini. Saat para diplomat sedang menghadapi ancaman, Gubenur Romney malah merilis penyataan pers, ia mencoba membuat sebuah poin politik dan itu bukan sebuah sikap pemimpin. Anda tidak boleh mengangkat isu keamanan menjadi isu politik. Itu bukan tindakan yang tepat," ungkap Obama Seperti dilansir, CNN , Rabu (17/10/2012).
Romney pun menyerang balik, dengan mengatakan, Presiden justru melakukan kampanye penggalangan dana usai serangan yang terjadi pada 11 September silam.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, menyatakan, dirinya bertanggungjawab atas kejadian 11 September.
Clinton menegaskan, bahwa Presiden Obama dan Wakil Presiden Joe Biden tidak terlibat dalam proses pengambilan keputusan mengenai masalah keamanan di perwakilan AS di luar negeri. "Saya ingin menghindari krisuh politik yang bisa disebabkan atas kejadian ini," terang Hillary.
(aww)