Obama agresif dalam debat kedua
Rabu, 17 Oktober 2012 - 12:10 WIB
Obama agresif dalam debat kedua
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama tampil lebih agresif dalam debat kedua calon Presiden AS menghadapi calon presiden (capres) Republikan Mitt Romney di New York, (16/10/2012).
Seperti yang telah dijanjikan sebelumnya, Obama tampil lebih agresif dan berusaha merebut momentum yang dikuasai Romney sejak kemenangannya pada debat pertama pada 3 Oktober lalu.
Di awal sesi debat, Obama langsung menyinggung pemberian dana bantuan yang dikucurkan oleh pemerintahanya terhadap industri otomotif yang dibayangi kehancuran. Obama mengatakan persainganya hendak "membiarkan Detroit hancur". Obama lagi - lagi menyerang rencana kebijakan ekonomi Romney dan menuduh sainganya bersikap tertutup dan tidak jujur.
Sementara itu, Romney menyerang balik, "jika anda memilih Obama kembali, anda tahu yang ada yang akan anda dapat. Hal yang sama akan berulang dalam empat tahun mendatang,"tutur Romney seperti diberitakan CNN, Rabu (17/10/2012).
Romney menuturkan Obama gagal mengurangi peningkatan hutang, jumlah penganguran mencapai 20 juta, sementara pertumbuhan ekonomi masih lemah.
Sepanjang sesi debat, Obama dan Romney saling memotong pembicaraan, saling serang data dan fakta untuk menguatkan argumen masing-masing mengenai isu kebijakan luar negeri, pajak, energi dan lapangan kerja.
Berdasarkan jajak pendapat yang digelar oleh CNN, selama sesi debat Obama memimpin perolehan dukungan sementara dengan 46%, sedangkan Romney hanya mengantongi 39% dukungan.
Seperti yang telah dijanjikan sebelumnya, Obama tampil lebih agresif dan berusaha merebut momentum yang dikuasai Romney sejak kemenangannya pada debat pertama pada 3 Oktober lalu.
Di awal sesi debat, Obama langsung menyinggung pemberian dana bantuan yang dikucurkan oleh pemerintahanya terhadap industri otomotif yang dibayangi kehancuran. Obama mengatakan persainganya hendak "membiarkan Detroit hancur". Obama lagi - lagi menyerang rencana kebijakan ekonomi Romney dan menuduh sainganya bersikap tertutup dan tidak jujur.
Sementara itu, Romney menyerang balik, "jika anda memilih Obama kembali, anda tahu yang ada yang akan anda dapat. Hal yang sama akan berulang dalam empat tahun mendatang,"tutur Romney seperti diberitakan CNN, Rabu (17/10/2012).
Romney menuturkan Obama gagal mengurangi peningkatan hutang, jumlah penganguran mencapai 20 juta, sementara pertumbuhan ekonomi masih lemah.
Sepanjang sesi debat, Obama dan Romney saling memotong pembicaraan, saling serang data dan fakta untuk menguatkan argumen masing-masing mengenai isu kebijakan luar negeri, pajak, energi dan lapangan kerja.
Berdasarkan jajak pendapat yang digelar oleh CNN, selama sesi debat Obama memimpin perolehan dukungan sementara dengan 46%, sedangkan Romney hanya mengantongi 39% dukungan.
(aww)