Pencurian artefak di Museum Suriah mencapai USD 2 miliar
Senin, 15 Oktober 2012 - 18:10 WIB
Pencurian artefak di Museum Suriah mencapai USD 2 miliar
A
A
A
Sindonews.com – Di saat pasukan militer dan pemberontak Suriah terlibat pertempuran sengit, beberapa pihak di Suriah ternyata sibuk mempertebal kantong. Pihak-pihak tak bertanggung jawab ini melakukan pencurian artefak yang berusia berabad-abad dan senjumlah benda peninggalan bersejarah dari museum sejarah di Suriah.
Seperti dilansir Xinhua, Senin (15/10/2012), muncul sebuah laporan tentang pencurian sejumlah artefak bersejarah yang berusia lebih dari 6000 tahun. Artefak ini telah dijarah oleh mafia yang sangat terorganisir. Selanjutnya, artefak ini diselundupkan ke luar negeri, khususnya negara yang terang-terangan mendukung pemberontak Suriah.
Kabarnya, pemerintah Suriah merugi hingga USD 2 miliar, setelah para mafia menyelundupkan sejumlah ke Museum di Israel, London, Amerika Serikat, dan beberapa negara lain.
Laporan tersebut juga mendesak Pemerintah Suriah untuk berkerja sama dengan banyak pihak guna melindungi peninggalan bersejarah Suriah. Hal ini perlu dilakukan, agar tidak terulang peristiwa yang sempat terjadi di Irak.
"Beberapa pihak mengatakan, total kerugian akibat penjarahan di Suriah mencapai USD2 miliar. Tapi, kami mengatakan, artefak yang dicuri oleh para mafia itu harganya tak ternilai," lanjut laporan tersebut.
Dalam sebuah aksi penyerangan terbaru, sedikitnya 600 toko pasar kuno Medieval di Aleppo hancur. Pasar ini dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia oleh United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
UNESCO meyakini, lima dari enam situs bersejarah dunia yang terletak di Suriah, telah menjadi korban konflik antara pemerintah dan pemberontak Suriah.
Laporan itu juga menyatakan, sejumlah arkeolog Suriah memohon orgnisasi internasional yang perduli untuk melindungi sejumlah benda bersejarah milik Yunani, Islam, Romawi, dan Aram di Suriah.
Beberapa aktivis mengatakan, bahwa tank militer dan personil militer Suriah telah disiagakan di tengah-tengah situs arkeologi. Saat ini, beberapa benteng-benteng kuno di Suriah telah berubah menjadi lokasi militer.
Pemerintah Suriah menuduh pemberontak melakukan aksi penjarahan dan merusak museum di Suriah. Pemerintah mengatakan, beberapa mesjid bersejarah telah dijadikan rumah sakit, sekaligus benteng bagi para pemberontak Suriah, misalnya Crac De Chevalier di Homs.
Seperti dilansir Xinhua, Senin (15/10/2012), muncul sebuah laporan tentang pencurian sejumlah artefak bersejarah yang berusia lebih dari 6000 tahun. Artefak ini telah dijarah oleh mafia yang sangat terorganisir. Selanjutnya, artefak ini diselundupkan ke luar negeri, khususnya negara yang terang-terangan mendukung pemberontak Suriah.
Kabarnya, pemerintah Suriah merugi hingga USD 2 miliar, setelah para mafia menyelundupkan sejumlah ke Museum di Israel, London, Amerika Serikat, dan beberapa negara lain.
Laporan tersebut juga mendesak Pemerintah Suriah untuk berkerja sama dengan banyak pihak guna melindungi peninggalan bersejarah Suriah. Hal ini perlu dilakukan, agar tidak terulang peristiwa yang sempat terjadi di Irak.
"Beberapa pihak mengatakan, total kerugian akibat penjarahan di Suriah mencapai USD2 miliar. Tapi, kami mengatakan, artefak yang dicuri oleh para mafia itu harganya tak ternilai," lanjut laporan tersebut.
Dalam sebuah aksi penyerangan terbaru, sedikitnya 600 toko pasar kuno Medieval di Aleppo hancur. Pasar ini dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia oleh United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
UNESCO meyakini, lima dari enam situs bersejarah dunia yang terletak di Suriah, telah menjadi korban konflik antara pemerintah dan pemberontak Suriah.
Laporan itu juga menyatakan, sejumlah arkeolog Suriah memohon orgnisasi internasional yang perduli untuk melindungi sejumlah benda bersejarah milik Yunani, Islam, Romawi, dan Aram di Suriah.
Beberapa aktivis mengatakan, bahwa tank militer dan personil militer Suriah telah disiagakan di tengah-tengah situs arkeologi. Saat ini, beberapa benteng-benteng kuno di Suriah telah berubah menjadi lokasi militer.
Pemerintah Suriah menuduh pemberontak melakukan aksi penjarahan dan merusak museum di Suriah. Pemerintah mengatakan, beberapa mesjid bersejarah telah dijadikan rumah sakit, sekaligus benteng bagi para pemberontak Suriah, misalnya Crac De Chevalier di Homs.
(aww)