Warga Haiti protes tingginya biaya hidup
Senin, 15 Oktober 2012 - 14:57 WIB
Warga Haiti protes tingginya biaya hidup
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan warga Haiti turun ke jalan-jalan di Ibu Kota Port-au-Prince untuk memprotes tingginya biaya hidup. Seperti dilaporkan CNN.com, Senin (15/10/2012), para demonstran juga meminta Presiden Michel Martelly turun dari jabatannya.
Para demonstran yang didukung kelompok opisisi ini menuduh sang Presiden telah melakukan korupsi. Mereka juga menganggap Presiden telah gagal memenuhi janjinya untuk mengentaskan kemiskinan di Haiti. Saat ini, Haiti adalah salah satu negara termiskin di belahan bumi bagian Barat.
Martelly terpilih pada Mei 2011 dengan raihan suara 68%. Mantan penyanyi dan pebisnis itu berjanji untuk menjembatani kesenjangan antara masa lalu yang tragis, dengan aspirasi generasi baru. Pada 2010, Haiti luluh lantak akibat gempa bumi.
Namun, kelompok oposisi menuduhnya telah menghabiskan uang rakyat untuk membeli kendaraan mewah dan jalan-jalan ke luar negeri. "Martelly telah membuang-buang sumber daya negara," kata Edner Rosier, salah satu kordinator demonstran.
Pihak oposisi mengaku telah merencanakan demonstrasi lanjutan di seluruh Haiti pada pekan depan. Pada akhir pekan lalu, PBB telah memperbarui mandat bagi pasukan pedamaian internasional di negara itu. Namun, ada pemangkasan dalam jumlah pasukan yang diturunkan.
Para demonstran yang didukung kelompok opisisi ini menuduh sang Presiden telah melakukan korupsi. Mereka juga menganggap Presiden telah gagal memenuhi janjinya untuk mengentaskan kemiskinan di Haiti. Saat ini, Haiti adalah salah satu negara termiskin di belahan bumi bagian Barat.
Martelly terpilih pada Mei 2011 dengan raihan suara 68%. Mantan penyanyi dan pebisnis itu berjanji untuk menjembatani kesenjangan antara masa lalu yang tragis, dengan aspirasi generasi baru. Pada 2010, Haiti luluh lantak akibat gempa bumi.
Namun, kelompok oposisi menuduhnya telah menghabiskan uang rakyat untuk membeli kendaraan mewah dan jalan-jalan ke luar negeri. "Martelly telah membuang-buang sumber daya negara," kata Edner Rosier, salah satu kordinator demonstran.
Pihak oposisi mengaku telah merencanakan demonstrasi lanjutan di seluruh Haiti pada pekan depan. Pada akhir pekan lalu, PBB telah memperbarui mandat bagi pasukan pedamaian internasional di negara itu. Namun, ada pemangkasan dalam jumlah pasukan yang diturunkan.
(esn)