Ekonom Korut diam-diam kunjungi Swedia
Minggu, 14 Oktober 2012 - 17:21 WIB
Ekonom Korut diam-diam kunjungi Swedia
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah delegasi perdagangan Korea Utara (Korut), baru-baru ini mengunjungi Swedia untuk memperlajari sistem perekonomian negara itu. Kunjungan selama dua pekan itu hampir-hampir tidak terdeteksi oleh media massa. Baru pada akhir pekan ini, sebuah radio Swedia mengumumkannya.
Seperti dikutip dari icenews.is, Sabtu (13/10/2012), kunjungan delegasi Korut ini diselenggarakan oleh International Council of Industry Swedia dan sebagian disponsori oleh Badan Kerjasama Pembangunan Internasional Swedia. Sejumlah ekonom dan pelaku bisnis Korut dilaporkan bertemu dengan kalangan perbankan dan pejabat bisnis Swedia. Delegasi Korut itu juga mengunjungi sejumlah lembaga negara.
Benny Olsson, Direktur Pemasaran Produk Grosir Swedia, jadi salah satu yang bertemu dengan delegasi Korut itu. "Mereka memiliki jutaan pertanyaan. Mereka bertanya tentang berapa banyak pendapatan yang kami peroleh, berapa gaji rata-rata di Swedia, dan banyak pertanyaan lain tentang bagaimana melibatkan pemerintah di dunia bisnis,” papar Olsson.
Perbedaan kondisi antara Korut dan Swedia, membuat Olsson terkejut dengan pertanyaan-pertanyaan yang muncul. “Mereka bertanya, apakah pemerintah memutuskan gaji maksimal di sebuah perusahaan? Mereka harus mengajukan pertanyaan beberapa kali, karena saya tidak mengerti pertanyaan mereka. Mereka berasal dari dunia yang sama sekali berbeda,” ungkap Olsson.
Begitu tertutupnya kedatangan delegasi Korut ini, sampai-sampai Olsson tak tahu dengan siapa dia berbicara. “Mereka tidak mengerti dunia kami dan saya tidak mengerti mereka. Saya tidak tahu apa pekerjaan salah satu dari mereka. Yang saya tahu adalah, bahwa mereka berpangkat tinggi dan ekonom dari Korea Utara, itu saja," lanjutnya.
Pemerintah Swedia pun nampaknya tak mau mengecewakan tamu-tamu mereka. Kementerian Luar Negeri Swedia tak mau menjelaskan soal kunjungan ini. Bahkan sebenarnya, semua yang terlibat dalam diskusi dengan delegasi Korut, tak boleh buka mulut. “Saya dilarang membicarakan hal ini,” kata Björn Berggren, dosen dari Royal Institute of Technology di Stockholm yang ikut serta dalam pertemuan.
Seperti dikutip dari icenews.is, Sabtu (13/10/2012), kunjungan delegasi Korut ini diselenggarakan oleh International Council of Industry Swedia dan sebagian disponsori oleh Badan Kerjasama Pembangunan Internasional Swedia. Sejumlah ekonom dan pelaku bisnis Korut dilaporkan bertemu dengan kalangan perbankan dan pejabat bisnis Swedia. Delegasi Korut itu juga mengunjungi sejumlah lembaga negara.
Benny Olsson, Direktur Pemasaran Produk Grosir Swedia, jadi salah satu yang bertemu dengan delegasi Korut itu. "Mereka memiliki jutaan pertanyaan. Mereka bertanya tentang berapa banyak pendapatan yang kami peroleh, berapa gaji rata-rata di Swedia, dan banyak pertanyaan lain tentang bagaimana melibatkan pemerintah di dunia bisnis,” papar Olsson.
Perbedaan kondisi antara Korut dan Swedia, membuat Olsson terkejut dengan pertanyaan-pertanyaan yang muncul. “Mereka bertanya, apakah pemerintah memutuskan gaji maksimal di sebuah perusahaan? Mereka harus mengajukan pertanyaan beberapa kali, karena saya tidak mengerti pertanyaan mereka. Mereka berasal dari dunia yang sama sekali berbeda,” ungkap Olsson.
Begitu tertutupnya kedatangan delegasi Korut ini, sampai-sampai Olsson tak tahu dengan siapa dia berbicara. “Mereka tidak mengerti dunia kami dan saya tidak mengerti mereka. Saya tidak tahu apa pekerjaan salah satu dari mereka. Yang saya tahu adalah, bahwa mereka berpangkat tinggi dan ekonom dari Korea Utara, itu saja," lanjutnya.
Pemerintah Swedia pun nampaknya tak mau mengecewakan tamu-tamu mereka. Kementerian Luar Negeri Swedia tak mau menjelaskan soal kunjungan ini. Bahkan sebenarnya, semua yang terlibat dalam diskusi dengan delegasi Korut, tak boleh buka mulut. “Saya dilarang membicarakan hal ini,” kata Björn Berggren, dosen dari Royal Institute of Technology di Stockholm yang ikut serta dalam pertemuan.
(esn)