Jumlah wisman ke Kenya menurun
Minggu, 14 Oktober 2012 - 14:21 WIB
Jumlah wisman ke Kenya menurun
A
A
A
Sindonews.com – Jumlah wisawatan mancanegara (wisman) yang mengunjungi Kenya menurun sekitar 22 persen. Seperti dikutip dari Iol.co.za, Sabtu (13/10/2012), pada periode Januari Agustus 2012, ada 121.472 wisman yang datang ke Mombasa, tujuan utama wisata di Kenya. Sementara di periode yang sama pada tahun lalu, ada 156.521 wisman yang datang.
Mombasa sendiri adalah kota kedua terbesar di Kenya. Kota berpenduduk 1 juta jiwa ini adalah pintu gerbang menuju Samudra Hindia. Pada musim gugur tahun ini, banyak wisman yang membatalkan rencana mereka mengunjungi Mombasa.
"Tahun ini saja, kami telah mendapati pembatalan dari lima maskapai yang melayani rute langsung ke Mombasa. Maskapai itu sebagian besar milik Inggris, seperti Monarch Airlines, Air Berlin, Prancis Corsair, Tui UK. Dua maskapai lainnya, SN Brussels dari Belgia dan 1 Time airline dari Afrika Selatan juga membatalkan penerbangan mereka ke Mombasa,” kata Sam Ikwaye, Ketua Asosiasi Hotel Kenya.
Faktor kemananan jadi salah satu penyebab pembatalan itu. Militer Kenya tergabung dalam pasukan Uni Afrika yang ikut menumpas kelompok Al Qaeda di Somalia. Hal ini memicu balas dendam dari kelompok tersebut. Terbukti dari munculnya serangan granat dan senjata di ibukota Kenya, Nairobi dan kota pelabuhan Mombasa.
Inggris, AS, dan Australia telah mengeluarkan travel warning bagi para warga negaranya. Peringatan ini dikeluarkan, setelah satu turis asal Inggris tewas di sebuah resort dekat pantai Lamu, tahun lalu. Di samping teh dan hortikultura, pariwisata adalah salah satu sumber penerima utama Kenya.
Mombasa sendiri adalah kota kedua terbesar di Kenya. Kota berpenduduk 1 juta jiwa ini adalah pintu gerbang menuju Samudra Hindia. Pada musim gugur tahun ini, banyak wisman yang membatalkan rencana mereka mengunjungi Mombasa.
"Tahun ini saja, kami telah mendapati pembatalan dari lima maskapai yang melayani rute langsung ke Mombasa. Maskapai itu sebagian besar milik Inggris, seperti Monarch Airlines, Air Berlin, Prancis Corsair, Tui UK. Dua maskapai lainnya, SN Brussels dari Belgia dan 1 Time airline dari Afrika Selatan juga membatalkan penerbangan mereka ke Mombasa,” kata Sam Ikwaye, Ketua Asosiasi Hotel Kenya.
Faktor kemananan jadi salah satu penyebab pembatalan itu. Militer Kenya tergabung dalam pasukan Uni Afrika yang ikut menumpas kelompok Al Qaeda di Somalia. Hal ini memicu balas dendam dari kelompok tersebut. Terbukti dari munculnya serangan granat dan senjata di ibukota Kenya, Nairobi dan kota pelabuhan Mombasa.
Inggris, AS, dan Australia telah mengeluarkan travel warning bagi para warga negaranya. Peringatan ini dikeluarkan, setelah satu turis asal Inggris tewas di sebuah resort dekat pantai Lamu, tahun lalu. Di samping teh dan hortikultura, pariwisata adalah salah satu sumber penerima utama Kenya.
(esn)