Hizbullah ngaku kirim drone ke Israel
Jum'at, 12 Oktober 2012 - 20:10 WIB
Hizbullah ngaku kirim drone ke Israel
A
A
A
Sindonews.com - Pemimpin Hizbullah di Lebanon, Hassan Nasrallah mengaku mengirim pesawat canggih tanpa awak yang dikenal dengan sebutan (drone) ke wilayah Israel, Sabtu (6/10/2012) pekan lalu.
"Sebuh pesawat cangih telah dikirim dari wilayah Lebanon...dan telah menempuh perjalanan ribuan mil, melintasi lautan sebelum akhinrya masuk ke wilayah musuh yang menduduki wilayah Palestina," ungkap Nasrallah seperti dilansir The Australian, Jumat (12/10/2012)
"Drone itu telah melintasi wilayah musuh dan yang terpenting adalah drone telah menempuh beberapa kilometer wilayah musuh dengan dekat (situs nuklir) Dimona," terang Nasrallah.
Nasrallah menegaskan bahwa hal tersebut adalah yang pertama adalah sejarah perlawanan Lebanon dan di wilayah. Dia juga mengaku bahwa drone ini buat di Iran dan dirakit di Libanon.
"Langkah ini tidak akan menjadi yang pertama dan tidak akan menjadi yang terakhir. Kami akan menjangkau semua wilayah Israel," ungkap Nasrallah mengacu pada sebuah drone kurang canggih yang mereka kirim saat perang melawan Israel, 2006 dan 2005.
Sementara itu, pejabat Israel mengaku tidak terkejut dengan pengakuan tersebut. Israel akan melindungi wilayah Israel dari seluruh ganguan. Pada Sabtu (6/10/2012), militer Israel mengaku telah menembak jatuh sebuah Drone di sebelah Utara gurun Negev.
Seorang juru bicara militer Israel, Avital Leibovich, mengatakan pesawat tak berawak tersebut tidak membawa senjata atau bahan peledak. Leibovich tidak akan membahas rute pesawat atau apakah Drone itu telah terbang di atas instalasi militer Israel.
Fakta ini menimbulkan pertanyaan di pihak militer Israel. Jika tak membawa senjata ataupun bahan peledak, apa sebenarnya tujuan Drone masuk ke wilayah udara Israel. “Pertanyaannya adalah, apa sebenarnya tujuan mereka mengirim Drone? Apakah ini hanya sebuah demonstrasi kekuatan atau misi untuk mengumpulkan data intelijen?" kata Yishai.
"Sebuh pesawat cangih telah dikirim dari wilayah Lebanon...dan telah menempuh perjalanan ribuan mil, melintasi lautan sebelum akhinrya masuk ke wilayah musuh yang menduduki wilayah Palestina," ungkap Nasrallah seperti dilansir The Australian, Jumat (12/10/2012)
"Drone itu telah melintasi wilayah musuh dan yang terpenting adalah drone telah menempuh beberapa kilometer wilayah musuh dengan dekat (situs nuklir) Dimona," terang Nasrallah.
Nasrallah menegaskan bahwa hal tersebut adalah yang pertama adalah sejarah perlawanan Lebanon dan di wilayah. Dia juga mengaku bahwa drone ini buat di Iran dan dirakit di Libanon.
"Langkah ini tidak akan menjadi yang pertama dan tidak akan menjadi yang terakhir. Kami akan menjangkau semua wilayah Israel," ungkap Nasrallah mengacu pada sebuah drone kurang canggih yang mereka kirim saat perang melawan Israel, 2006 dan 2005.
Sementara itu, pejabat Israel mengaku tidak terkejut dengan pengakuan tersebut. Israel akan melindungi wilayah Israel dari seluruh ganguan. Pada Sabtu (6/10/2012), militer Israel mengaku telah menembak jatuh sebuah Drone di sebelah Utara gurun Negev.
Seorang juru bicara militer Israel, Avital Leibovich, mengatakan pesawat tak berawak tersebut tidak membawa senjata atau bahan peledak. Leibovich tidak akan membahas rute pesawat atau apakah Drone itu telah terbang di atas instalasi militer Israel.
Fakta ini menimbulkan pertanyaan di pihak militer Israel. Jika tak membawa senjata ataupun bahan peledak, apa sebenarnya tujuan Drone masuk ke wilayah udara Israel. “Pertanyaannya adalah, apa sebenarnya tujuan mereka mengirim Drone? Apakah ini hanya sebuah demonstrasi kekuatan atau misi untuk mengumpulkan data intelijen?" kata Yishai.
(aww)