Presiden Jerman kunjungi tugu pembantaian Desa Lidice
Kamis, 11 Oktober 2012 - 16:41 WIB
Presiden Jerman kunjungi tugu pembantaian Desa Lidice
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Jerman, Joachim Gauck, mengunjungi sebuah tugu peringatan pembantaian di Desa Lidice, Republik Ceko, Rabu (10/11/2012). Kunjungan Gauck ini dimaksudkan untuk memberi penghormatan pada para korban pembantaian di desa itu di masa Perang Dunia II. Desa ini luluh lantak oleh rezim NAZI Jerman pada tahun 1942.
Seperti diberitakan dalam Deutsche Welle, Kamis (11/10/2012), Gauck meletakan rangkaian bunga untuk menghoramati 170 orang yang tewas dibunuh oleh pasukan NAZI Jerman pada Juni 1942.
Gauck juga bertemu beberapa korban kekejaman Nazi dan menyatakan rasa simpati atas apa yang telah mereka alami. Gauck adalah Presiden Jerman pertama yang mengunjungi Desa Lidice. Dalam kujungannya kali ini, Gauck ditemani Presiden Republik Ceko, Vaclav Klaus.
Dalam pertemuan itu, pemimpin kedua negara sepakat untuk mempertahankan tradisi peringatan teror yang dilakukan oleh Nazi. Klaus mengaku sangat menghargai kunjungan Gauck. Jauh hari sebelumnya, saat peringatan 70 tahun tragedi tersebut, Gauck telah menulis sebuah surat yang menunjukan rasa penyesalan mendalam.
Di masa Perang Dunia II, sebagian besar kaum wanita dan anak-anak dikirim ke kamp konsentrasi. Anak anak yang selamat dari pembunuhan tersebut, adalah anak-anak yang dianggap pantas menjadi bagian dari rezim Nazi Jerman.
Seperti diberitakan dalam Deutsche Welle, Kamis (11/10/2012), Gauck meletakan rangkaian bunga untuk menghoramati 170 orang yang tewas dibunuh oleh pasukan NAZI Jerman pada Juni 1942.
Gauck juga bertemu beberapa korban kekejaman Nazi dan menyatakan rasa simpati atas apa yang telah mereka alami. Gauck adalah Presiden Jerman pertama yang mengunjungi Desa Lidice. Dalam kujungannya kali ini, Gauck ditemani Presiden Republik Ceko, Vaclav Klaus.
Dalam pertemuan itu, pemimpin kedua negara sepakat untuk mempertahankan tradisi peringatan teror yang dilakukan oleh Nazi. Klaus mengaku sangat menghargai kunjungan Gauck. Jauh hari sebelumnya, saat peringatan 70 tahun tragedi tersebut, Gauck telah menulis sebuah surat yang menunjukan rasa penyesalan mendalam.
Di masa Perang Dunia II, sebagian besar kaum wanita dan anak-anak dikirim ke kamp konsentrasi. Anak anak yang selamat dari pembunuhan tersebut, adalah anak-anak yang dianggap pantas menjadi bagian dari rezim Nazi Jerman.
(aww)