Usai diturunkan paksa, pesawat Suriah dilepaskan
Kamis, 11 Oktober 2012 - 11:42 WIB
Usai diturunkan paksa, pesawat Suriah dilepaskan
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Turki memberikan izin pesawat sipil Airbuss A320 milik Suriah untuk melanjutkan perjalan ke negaranya, setelah dipaksa turun oleh jet tempur F-16 Turki. Pesawat A320 yang terbang dari Moskow menuju Suriah terpaksa menjalani pemeriksaan selama lima jam karena diduga membawa peralatan militer dari Moskow.
Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu mengatakan Turki bertekad mengontrol transfer senjata ke rezim pemerintahan Suriah yang melakukan aksi pembunuhan brutal terhadap warga sipil, serta tidak akan membiarkan transfer senjata terjadi melalui wilayah udara kami.
"Hari ini kami mendapat informasi bahwa pesawat ini membawa muatan kargo yang tidak sesuai dengan aturan penerbangan sipil," ungkap Davutoglu seperti dilansir Huffingtonpost, Kamis (11/10/2012).
Davutoglu mengatakan, Turki berhak menyelidiki pesawat yang membawa sejumlah material militer dan melarang Airbuss A320 melanjutkan perjalanan jika aman. Namun, Davutoglu menolak mengomentari apa material yang dilarang dalam penerbangan sipil itu. Turki akan terus mengawasi setiap pesawat yang menunju Suriah dengan melintasi wilayah udara Turki.
Sementara itu, Pemerintah Turki melarang pesawat Turki melayani rute penerbangan menuju Suriah, karena wilayah tersebut dianggap tidak lagi aman.
Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri Rusia di Ankara telah meminta penjelasan Kementerian Luar Negeri Turki terkait insiden tersebut. Menurut sumber Kemenlu Rusia, dalam Airbuss A320 diantara 30 penumpang terdapat 17 warga Rusia.
Seperti diketahui, hubungan diplomatik Suriah dan Turki kembali memanas usai peluru mortar Suriah melesat ke Desa Akcakale. Meskipun pihak Damaskus sudah meminta maaf dan berjanji untuk menghentikannya, namun Turki masih melepaskan tembakan artilerinya dan jatuh di Kota Tel Abyad, Suriah Minggu (7/10/2012).
Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu mengatakan Turki bertekad mengontrol transfer senjata ke rezim pemerintahan Suriah yang melakukan aksi pembunuhan brutal terhadap warga sipil, serta tidak akan membiarkan transfer senjata terjadi melalui wilayah udara kami.
"Hari ini kami mendapat informasi bahwa pesawat ini membawa muatan kargo yang tidak sesuai dengan aturan penerbangan sipil," ungkap Davutoglu seperti dilansir Huffingtonpost, Kamis (11/10/2012).
Davutoglu mengatakan, Turki berhak menyelidiki pesawat yang membawa sejumlah material militer dan melarang Airbuss A320 melanjutkan perjalanan jika aman. Namun, Davutoglu menolak mengomentari apa material yang dilarang dalam penerbangan sipil itu. Turki akan terus mengawasi setiap pesawat yang menunju Suriah dengan melintasi wilayah udara Turki.
Sementara itu, Pemerintah Turki melarang pesawat Turki melayani rute penerbangan menuju Suriah, karena wilayah tersebut dianggap tidak lagi aman.
Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri Rusia di Ankara telah meminta penjelasan Kementerian Luar Negeri Turki terkait insiden tersebut. Menurut sumber Kemenlu Rusia, dalam Airbuss A320 diantara 30 penumpang terdapat 17 warga Rusia.
Seperti diketahui, hubungan diplomatik Suriah dan Turki kembali memanas usai peluru mortar Suriah melesat ke Desa Akcakale. Meskipun pihak Damaskus sudah meminta maaf dan berjanji untuk menghentikannya, namun Turki masih melepaskan tembakan artilerinya dan jatuh di Kota Tel Abyad, Suriah Minggu (7/10/2012).
(aww)