Pulang sekolah, Yousafzai ditembak Taliban

Rabu, 10 Oktober 2012 - 06:44 WIB
Pulang sekolah, Yousafzai...
Pulang sekolah, Yousafzai ditembak Taliban
A A A
Sindonews.com – Taliban menembak seorang aktivis putri berusia 14 tahun, Malala Yousafzai, di Lembah Swat, Barat Laut Pakistan, Selasa (9/10/2012). Yousafzai ditembak dalam perjalanan pulang dari sekolahnya di Mingora, kawasan utama di kota itu.

Seorang juru bicara Taliban Pakistan, Ehsanullah Ehsan, mengatakan pada BBC, bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan itu. “Kami menyerangnya, karena ia anti Taliban dan seorang sekuler,” kata Ehsan.

Sebuah laporan yang mengutip sumber-sumber lokal, mengatakan, seorang pria berjenggot yang membawa senjata menghentikan sebuah mobil penuh dengan anak sekolah. Sang penyerang sempat menyebut nama Malala Yousafzai, sebelum melepaskan serentetan tembakan.

Seorang pejabat polisi mengatakan pada BBC, bahwa ada orang bersenjata tak dikenal yang menembaki para siswi saat mereka akan naik ke dalam bis. Yousafzai dikabarkan tertembak di bagian leher dan juga dipukul pada bagian kepala. Seorang murid perempuan lainnya yang berada dekat Yousafzai juga terluka.

"Yousafzai terkena dua tembakan, satu peluru mengenai lehernya. Dia berada dalam kondisi kritis dan para dokter tengah melakukan yang terbaik untuk menyelamatkannya,” ujar seorang pejabat senior Kepolisian Pakistan, Gul Afzal Afridi. Selama ini, Yousufzai memang sering menerima ancaman pembunuhan.

Pada 2009, namanya mulai dikenal orang. Saat itu, Yousufzai yang masih berusia 11 tahun menulis buku harian yang dipublikasikan BBC. Buku harian itu memuat kehidupan kaum perempuan saat Taliban menguasai Lembah Swat, daerah tempat tinggal Yousufzai. Kala Taliban berkuasa, sekolah-sekolah untuk kaum perempuan ditutup.

Yousufzai menggunakan nama samaran, Gul Makai saat menulis buku harian itu. Identitasnya baru muncul ke permukaan setelah Taliban diusir dari Swat. Yousafzai mendapat penghargaan nasional untuk keberanian dan juga dinominasikan untuk penghargaan perdamaian anak-anak internasional.
(esn)
Berita Terkait
Indonesia Kirimkan Bantuan...
Indonesia Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Pakistan
Ledakan Bom Bunuh Diri...
Ledakan Bom Bunuh Diri Dekat Pos Pemeriksaan Keamanan di Pakistan Barat
Buntut Kecelakaan Pesawat...
Buntut Kecelakaan Pesawat PIA, Pakistan Larang Terbang 262 Pilot
Gagal di Medan Perang,...
Gagal di Medan Perang, Pakistan Tuding India Dalangi Serangan Teror yang Tewaskan 5 Orang
Korban Selamat Pesawat...
Korban Selamat Pesawat PIA: Yang Saya Lihat Hanya Api
Airbus Mulai Selidiki...
Airbus Mulai Selidiki Kecelakaan Pesawat di Pakistan
Berita Terkini
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
3 menit yang lalu
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
1 jam yang lalu
4 Alasan Mojataba Ingin...
4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total
2 jam yang lalu
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
3 jam yang lalu
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
4 jam yang lalu
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
8 jam yang lalu
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved