Daratan AS dibayangi jangkaun rudal Korut
Selasa, 09 Oktober 2012 - 12:54 WIB
Daratan AS dibayangi jangkaun rudal Korut
A
A
A
Sindonews.com - Militer Korea Utara (Korut) mengklaim bahwa wilayah daratan Amerika Serikat (AS) berada dalam jangkauan rudal Korut. Termasuk, pangkalan AS yang berada di Jepang, Guam dan daratan AS berada dalam ruang lingkup rudal AS Korut.
Seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Selasa (9/10/2012) pihak Korut mengatakan, Pyongyang mampu menandingi musuh mana pun, "Nuklir dengan nuklir, rudal dengan rudal" ujar juru bicara Komisi Pertahanan Nasional Korut .
Klaim tersebut muncul setelah AS dan Korea Selatan (Korsel) membuat kesepakatan yang memungkinkan Seoul untuk memperluas jangkauan rudal balistik, dari 300 km menjadi 800 km. Perjanjian baru ini telah meningkatkan jangkauan rudal Korsel, menjadi hampir tiga kali lipat.
Korsel mengatakan, perluasan jangkauan rudal balistik ini dilakukan untuk mencegah provokasi militer Korea Utara. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Penasihat Keamanan Nasional Korsel, Chun Yung-woo, di tengah meningkatnya ketegangan antara Korsel dan Korut.
Sebelumnya, pada April 2012, Korut meluncurkan roket jarak jauh yang meledak tak lama setelah diluncurkan.
"Tujuan penting dalam revisi perjanjian rudal ini adalah untuk mencegah provokasi bersenjata dari Korut," kata Yung-woo.
“Jika Korut menyerang atau melancarkan provokasi, kami dapat melumpuhkan rudal atau senjata nuklir yang mereka luncurkan sejak awal. Kami harus memiliki kemampuan untuk untuk melindungi kehidupan dan keselamatan rakyat Korsel,” lanjutnya.
Seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Selasa (9/10/2012) pihak Korut mengatakan, Pyongyang mampu menandingi musuh mana pun, "Nuklir dengan nuklir, rudal dengan rudal" ujar juru bicara Komisi Pertahanan Nasional Korut .
Klaim tersebut muncul setelah AS dan Korea Selatan (Korsel) membuat kesepakatan yang memungkinkan Seoul untuk memperluas jangkauan rudal balistik, dari 300 km menjadi 800 km. Perjanjian baru ini telah meningkatkan jangkauan rudal Korsel, menjadi hampir tiga kali lipat.
Korsel mengatakan, perluasan jangkauan rudal balistik ini dilakukan untuk mencegah provokasi militer Korea Utara. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Penasihat Keamanan Nasional Korsel, Chun Yung-woo, di tengah meningkatnya ketegangan antara Korsel dan Korut.
Sebelumnya, pada April 2012, Korut meluncurkan roket jarak jauh yang meledak tak lama setelah diluncurkan.
"Tujuan penting dalam revisi perjanjian rudal ini adalah untuk mencegah provokasi bersenjata dari Korut," kata Yung-woo.
“Jika Korut menyerang atau melancarkan provokasi, kami dapat melumpuhkan rudal atau senjata nuklir yang mereka luncurkan sejak awal. Kami harus memiliki kemampuan untuk untuk melindungi kehidupan dan keselamatan rakyat Korsel,” lanjutnya.
(aww)