Tak merasa kalah, Capriles beri selamat Chavez
Senin, 08 Oktober 2012 - 11:51 WIB
Tak merasa kalah, Capriles beri selamat Chavez
A
A
A
Sindonews.com - Pemimpin oposisi Venezuela Henrique Capriles mengucapkan selamat kepada Presiden Venezuela Hugu Chavez atas kemenanganya dalam pemilihan umum Minggu (7/10/2012).
Beberapa saat setelah Dewan pemilihan umum Venezuela mengumumkan kemenangan Chavez, Capriles mengucapkan selamat kepada Chavez dan mengatakan kepada pendukung oposisi bahwa ia tidak merasa dikalahkan.
"Saya ingin mengucapakan selamat kepada kandidat Presiden republik ini," ungkap Capriles seperti dilansir BBC.co.uk, Senin, (8/10/2012)
"Kami telah menanam banyak bibit di seluruh Venezuela dan saya tahu bibit ini akan menghasilkan banyak pohon," imbuh Capriles
Sementara itu, dikantor pusat kampanye Capriles beberapa pendukung oposisi yang menangis setelah Dewan pemilihan umum Venezuela, Tibisay Lucena mengumumkan Chaves berhasil memenangkan 54 ,42 persen.
Chavez unggul 10 persen dibanding Capriles yang hanya berhasil memperoleh 44.97 persen suara dalam Pemilu Presiden Venezuela diikuti 19 juta pemilih dengan tingkat partisipan mencapai 80 persen.
Selebrasi kemenangan Chavez pecah di seluruh ibukota Caracas pecah beberapa saat setelah KPU Venezula mengumumkan bahwa pria yang baru pulih dari penyakit kanker ini akhirnya memenangkan periode ketiga masa jabatan selama enam tahun ke depan.
Para pendukung Chavez dengan gembira merayakan kemenangan Chavez di luar istana kepresidenan Miraflores di Ibu Kota Caracas, Venezuela.
Sebelumnya, Capriles, yang memimpin koalisi 30 partai oposisi, dalam kampanyenya mengatakan kebijakan presiden telah menyebabkan birokrasi, inefisiensi dan kesenjangan.
Dalam beberapa kesempatan, Capriles juga mengkritik cara pemerintah menangani ekonomi dan menilai pemerintah telah kehabisan energi untuk memimpin. "Empat belas tahun memimpin sudah cukup, 20 adalah terlalu banyak. Pemerintah Chavez telah kehabisan energi," ungkap Capriles.
Pemilu presiden Venezuela kali ini berjalan lancar, meski tensi kekerasan memang sempat meningkat di Venezuela jelang Pilpres. Satu pekan sebelum pemilu, tiga aktivis oposisi tewas dan empat orang terluka dalam penembakan selama simulasi pemilu pada September.
Guna menghindari hal-hal tak diinginkan, Ketua Dewan Pemilihan Nasional, Socorro Hernandez sejak Sabtu (6/10/2012) malam hingga Senin (8/10/2012) malam,meminta semua pihak dan kelompok non-pemerintah untuk berkontribusi pada pemilu damai dan menghindari distorsi.
Beberapa saat setelah Dewan pemilihan umum Venezuela mengumumkan kemenangan Chavez, Capriles mengucapkan selamat kepada Chavez dan mengatakan kepada pendukung oposisi bahwa ia tidak merasa dikalahkan.
"Saya ingin mengucapakan selamat kepada kandidat Presiden republik ini," ungkap Capriles seperti dilansir BBC.co.uk, Senin, (8/10/2012)
"Kami telah menanam banyak bibit di seluruh Venezuela dan saya tahu bibit ini akan menghasilkan banyak pohon," imbuh Capriles
Sementara itu, dikantor pusat kampanye Capriles beberapa pendukung oposisi yang menangis setelah Dewan pemilihan umum Venezuela, Tibisay Lucena mengumumkan Chaves berhasil memenangkan 54 ,42 persen.
Chavez unggul 10 persen dibanding Capriles yang hanya berhasil memperoleh 44.97 persen suara dalam Pemilu Presiden Venezuela diikuti 19 juta pemilih dengan tingkat partisipan mencapai 80 persen.
Selebrasi kemenangan Chavez pecah di seluruh ibukota Caracas pecah beberapa saat setelah KPU Venezula mengumumkan bahwa pria yang baru pulih dari penyakit kanker ini akhirnya memenangkan periode ketiga masa jabatan selama enam tahun ke depan.
Para pendukung Chavez dengan gembira merayakan kemenangan Chavez di luar istana kepresidenan Miraflores di Ibu Kota Caracas, Venezuela.
Sebelumnya, Capriles, yang memimpin koalisi 30 partai oposisi, dalam kampanyenya mengatakan kebijakan presiden telah menyebabkan birokrasi, inefisiensi dan kesenjangan.
Dalam beberapa kesempatan, Capriles juga mengkritik cara pemerintah menangani ekonomi dan menilai pemerintah telah kehabisan energi untuk memimpin. "Empat belas tahun memimpin sudah cukup, 20 adalah terlalu banyak. Pemerintah Chavez telah kehabisan energi," ungkap Capriles.
Pemilu presiden Venezuela kali ini berjalan lancar, meski tensi kekerasan memang sempat meningkat di Venezuela jelang Pilpres. Satu pekan sebelum pemilu, tiga aktivis oposisi tewas dan empat orang terluka dalam penembakan selama simulasi pemilu pada September.
Guna menghindari hal-hal tak diinginkan, Ketua Dewan Pemilihan Nasional, Socorro Hernandez sejak Sabtu (6/10/2012) malam hingga Senin (8/10/2012) malam,meminta semua pihak dan kelompok non-pemerintah untuk berkontribusi pada pemilu damai dan menghindari distorsi.
(aww)