Mesir tolak intervensi militer di Suriah
Kamis, 27 September 2012 - 08:50 WIB
Mesir tolak intervensi militer di Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Mesir Mohamed Morsi menentang intervensi militer di Suriah, berbicara dalam Sidang Majelis Umum PBB.
"Mesir akan mendukung berbagai upaya untuk mencegah berbagai malapetaka yang terjadi di Suriah, dan menyingkirkan bahaya intervensi militer asing di Suriah" ungkap Morsi seperti dilansir RIA Novosti, Kamis (27/9/2012).
Sikap ini berbeda dengan Amerika Serikat (AS), Prancis dan Qatar ketiganya menyerukan agar militer asing ikut campur menyelesaikan masalah internal yang terjadi di Suriah.
Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani mendukung oposisi Suriah menyerukan intervensi militer Arab ke Suriah. “Lebih baik negara Arab sendiri yang mengintervensi karena alasan kemanusiaan, politik,dan militer.Itu dilakukan untuk menghentikan aksi kekerasan berdarah,” katanya di depan Sidang Umum PBB.
Sementara Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon meminta negara-negara lain mengesampingkan perbedaan dan bersatu dalam isu Suriah.
“Komunitas internasional seharusnya tidak membiarkan kekerasan melebar tanpa kontrol. Kita harus menghentikan kekerasan dan menyiapkan transisi pemerintahan Suriah secepat mungkin.”terang Ban
"Mesir akan mendukung berbagai upaya untuk mencegah berbagai malapetaka yang terjadi di Suriah, dan menyingkirkan bahaya intervensi militer asing di Suriah" ungkap Morsi seperti dilansir RIA Novosti, Kamis (27/9/2012).
Sikap ini berbeda dengan Amerika Serikat (AS), Prancis dan Qatar ketiganya menyerukan agar militer asing ikut campur menyelesaikan masalah internal yang terjadi di Suriah.
Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani mendukung oposisi Suriah menyerukan intervensi militer Arab ke Suriah. “Lebih baik negara Arab sendiri yang mengintervensi karena alasan kemanusiaan, politik,dan militer.Itu dilakukan untuk menghentikan aksi kekerasan berdarah,” katanya di depan Sidang Umum PBB.
Sementara Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon meminta negara-negara lain mengesampingkan perbedaan dan bersatu dalam isu Suriah.
“Komunitas internasional seharusnya tidak membiarkan kekerasan melebar tanpa kontrol. Kita harus menghentikan kekerasan dan menyiapkan transisi pemerintahan Suriah secepat mungkin.”terang Ban
(aww)