Serikat buruh protes kebijakan Pemerintah Yunani
Rabu, 26 September 2012 - 15:32 WIB
Serikat buruh protes kebijakan Pemerintah Yunani
A
A
A
Sindonews.com - Pertama kalinya, serikat pekerja Yunani mengelar aksi mogok terhadap pemerintahan koalisi yang baru saja terpilih Juni lalu.
Serikat pekerja hari ini melancarkan aksi mogok untuk menentang rencana penghematan baru pemerintahan koalisi yang dipimpin kelompok konservatif yang mencapai lebih dari US$15 miliar.
Seperti diberitakan BBC, Rabu (26/9/2012) pemerintah Yunani telah meningkatkan penjagaan dengan menyebarkan petugas polisi di Ibu Kota Athena. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan akibat demonstrasi tersebut.
Seperti diketahui, Pemerintah Yunanisendiri beralasan, pihaknya terpaksa mengambil langkah penghematan agar mendapatkan dana suntikan baru untuk menyelamatkan perekonomian negara yang sedang dirundung krisis ekonomi.
Pasalnya, Yunani masih memerlukan dana sebesar 31 miliar euro, sementara dana pinjaman tidak akan cair jika pemerintah tidak melakukan langkah pengetatan tersebut. Jika Yunani tidak segera mendapatkan dana pinjaman, maka negaranya terancam mengalami kebangkrutan dalam satu pekan mendatang.
Pemerintahan Yunani di bawah kepemimpinan Antonias Samaras ini, berencana memangkas dana pensiun dan menaikan usia pensiun menjadi 67 tahun.
Akibat kebjiakan ini, dikabarkan beberapa serikat buruh lainnya juga akan melakukan demonstrasi besar-besaran. Salah satunya adalah dokter dan pengendali lalu lintas.
Dalam sebuah jajak pandapat yang digelar MRB pekan lalu, kampir 90 persen warga Yunani meyakini, rencana pemerintah untuk mengetatkan anggaran sangat tidak adil dan sangat membebankan orang miskin.
Serikat pekerja hari ini melancarkan aksi mogok untuk menentang rencana penghematan baru pemerintahan koalisi yang dipimpin kelompok konservatif yang mencapai lebih dari US$15 miliar.
Seperti diberitakan BBC, Rabu (26/9/2012) pemerintah Yunani telah meningkatkan penjagaan dengan menyebarkan petugas polisi di Ibu Kota Athena. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan akibat demonstrasi tersebut.
Seperti diketahui, Pemerintah Yunanisendiri beralasan, pihaknya terpaksa mengambil langkah penghematan agar mendapatkan dana suntikan baru untuk menyelamatkan perekonomian negara yang sedang dirundung krisis ekonomi.
Pasalnya, Yunani masih memerlukan dana sebesar 31 miliar euro, sementara dana pinjaman tidak akan cair jika pemerintah tidak melakukan langkah pengetatan tersebut. Jika Yunani tidak segera mendapatkan dana pinjaman, maka negaranya terancam mengalami kebangkrutan dalam satu pekan mendatang.
Pemerintahan Yunani di bawah kepemimpinan Antonias Samaras ini, berencana memangkas dana pensiun dan menaikan usia pensiun menjadi 67 tahun.
Akibat kebjiakan ini, dikabarkan beberapa serikat buruh lainnya juga akan melakukan demonstrasi besar-besaran. Salah satunya adalah dokter dan pengendali lalu lintas.
Dalam sebuah jajak pandapat yang digelar MRB pekan lalu, kampir 90 persen warga Yunani meyakini, rencana pemerintah untuk mengetatkan anggaran sangat tidak adil dan sangat membebankan orang miskin.
(aww)