Chavez diejek Capriles
Minggu, 23 September 2012 - 16:13 WIB
Chavez diejek Capriles
A
A
A
Sindonews.com - Kandidat Presiden dari partai oposisi Venezuela, Henrique Capriles mengejek janji muluk-muluk yang diusung Presiden Venezuela Hugo Chavez.
Capriles (40) mengatakan pemimpin sosialis lebih tertertarik untuk mempromosikan gaya kepemimpinan revolusinya pada seluruh dunia ketimbang menangani isu lokal seperti mengatasi masalah pemadaman listrik, pengangguran dan tingginya angka kejahatan di Venezuela.
Dalam kampanye di negara bagian Bolivia selatan, Sabtu 22 September kemarin Capriles mengacungkan sebuah selebaran kampanye milik Chavez.
"Saya mengajak anda untuk membaca ini semua. Ini adalah hal yang menjadi perhatian pemerintah. Jaminan perdamaian dunia, melestarikan kehidupan planet, dan menyelamatkan umat manusia," ungkap Capriles sambil tertawa di depan pendukungnya seperti diberitakan Al-jazeera, Minggu (23/9/2012).
"Mereka mau mencoba mengalihkan revolusi, ini adalah proyek politik, dengan mengunakan sumber daya alam untuk mendanai hal itu. Saya tidak melihat pemecahan masalah listrik, air serta pelayanan publik, " imbuh Capriles.
Sementara itu, di ibu kota Caracas ribuan pendukung Chavez menggunakan seragam berwarna oranye. Mereka mendukung program sosial yang telah diluncurkan oleh Chavez. Longmarch dari pusat kota Caracas sampai Plaza O'Leary mereka menyanyikan lagu dengan bersemangat, "Hi, ho Chavez tidak akan pergi."
Sejauh ini kampanye pemilihan presiden di Venezuela berjalan damai tidak seperti yang dibayangkan seperti warga Venezuela sebelumnya. Namun, kemungkinan pecahnya konfrontasi antara dua kubu pendukung dalam pemilu presiden 7 Oktober mendatang mungkin saja terjadi.
Capriles (40) mengatakan pemimpin sosialis lebih tertertarik untuk mempromosikan gaya kepemimpinan revolusinya pada seluruh dunia ketimbang menangani isu lokal seperti mengatasi masalah pemadaman listrik, pengangguran dan tingginya angka kejahatan di Venezuela.
Dalam kampanye di negara bagian Bolivia selatan, Sabtu 22 September kemarin Capriles mengacungkan sebuah selebaran kampanye milik Chavez.
"Saya mengajak anda untuk membaca ini semua. Ini adalah hal yang menjadi perhatian pemerintah. Jaminan perdamaian dunia, melestarikan kehidupan planet, dan menyelamatkan umat manusia," ungkap Capriles sambil tertawa di depan pendukungnya seperti diberitakan Al-jazeera, Minggu (23/9/2012).
"Mereka mau mencoba mengalihkan revolusi, ini adalah proyek politik, dengan mengunakan sumber daya alam untuk mendanai hal itu. Saya tidak melihat pemecahan masalah listrik, air serta pelayanan publik, " imbuh Capriles.
Sementara itu, di ibu kota Caracas ribuan pendukung Chavez menggunakan seragam berwarna oranye. Mereka mendukung program sosial yang telah diluncurkan oleh Chavez. Longmarch dari pusat kota Caracas sampai Plaza O'Leary mereka menyanyikan lagu dengan bersemangat, "Hi, ho Chavez tidak akan pergi."
Sejauh ini kampanye pemilihan presiden di Venezuela berjalan damai tidak seperti yang dibayangkan seperti warga Venezuela sebelumnya. Namun, kemungkinan pecahnya konfrontasi antara dua kubu pendukung dalam pemilu presiden 7 Oktober mendatang mungkin saja terjadi.
(aww)