Militan di Libya timur bubarkan diri
Minggu, 23 September 2012 - 13:11 WIB
Militan di Libya timur bubarkan diri
A
A
A
Sindonews.com - Kelompok milisi di bagian timur Libya mengatakan akan membubarkan diri, beberapa jam paska polisi militer dan pengujuk rasa berencana mengelar protes di Derna, timur Benghazi
Pemimpin kelompok militia Abu Slim mengatakan kelompoknya akan mengentikan basis kegiatanya di Derna, timur Benghazi. Sebuah kota pelabuhan yang dianggap sebagai kubu Islami.
"Kami telah membubarkan milisi dan menarik semua anggota keluar dari gedung-gedung publik di Derna," ungkap pemimpin kelompok Abu Slim seperti diberitakan kantor berita Libya, Lana, Minggu (23/9/2012).
Salah satu pejuang kelompok Abu Slim, Abu al-Shalali mengatakan telah terjadi konfrontasi singkat di salah satu kamp antara Abu Slim dengan pengunjuk rasa. Tapi akhirnya para pejuang memutuskan untuk tidak menggunakan kekuatan untuk melawan mereka. "Kami tidak bisa membunuh saudara kami," ungkap Shalali.
Hal senada dilakukan kelompok milisi lain, Ansar al-Syariah. Kelompok ini diduga telah memprovokatori dan terlibat langsung dalam serangan mematikan terhadap konsulat AS di Benghazi. Sebelumnya Jumat 21 September lalu malam Markas kelompok ini telah diserbu oleh pengunjuk rasa dan polisi.
Aksi permusuhan menentang kelompok bersenjata di Libya mulai berkembang pasca serangan11 September di luar gedung konsulat Amerika Serikat (AS) di Libya. Duta Besar AS untuk Libya, Christopher Stevens dan tiga orang staf lainnya tewas dalam penyerangan yang dipicu oleh publikasi film yang menghina nabi Muhammad dalam film Innocence of Muslims.
Pemimpin kelompok militia Abu Slim mengatakan kelompoknya akan mengentikan basis kegiatanya di Derna, timur Benghazi. Sebuah kota pelabuhan yang dianggap sebagai kubu Islami.
"Kami telah membubarkan milisi dan menarik semua anggota keluar dari gedung-gedung publik di Derna," ungkap pemimpin kelompok Abu Slim seperti diberitakan kantor berita Libya, Lana, Minggu (23/9/2012).
Salah satu pejuang kelompok Abu Slim, Abu al-Shalali mengatakan telah terjadi konfrontasi singkat di salah satu kamp antara Abu Slim dengan pengunjuk rasa. Tapi akhirnya para pejuang memutuskan untuk tidak menggunakan kekuatan untuk melawan mereka. "Kami tidak bisa membunuh saudara kami," ungkap Shalali.
Hal senada dilakukan kelompok milisi lain, Ansar al-Syariah. Kelompok ini diduga telah memprovokatori dan terlibat langsung dalam serangan mematikan terhadap konsulat AS di Benghazi. Sebelumnya Jumat 21 September lalu malam Markas kelompok ini telah diserbu oleh pengunjuk rasa dan polisi.
Aksi permusuhan menentang kelompok bersenjata di Libya mulai berkembang pasca serangan11 September di luar gedung konsulat Amerika Serikat (AS) di Libya. Duta Besar AS untuk Libya, Christopher Stevens dan tiga orang staf lainnya tewas dalam penyerangan yang dipicu oleh publikasi film yang menghina nabi Muhammad dalam film Innocence of Muslims.
(aww)