Noda pimpin lagi partai DPJ
Jum'at, 21 September 2012 - 17:17 WIB
Noda pimpin lagi partai DPJ
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda kembali menjadi pemimpin Partai Demokratik Jepang (DPJ) usai mengalahkan tiga pesaing utamanya.
Seperti diberitakan BBC.co.uk, Jumat (21/9/2012) Noda memenangkan suara mayoritas dalam pemilihan partai DPJ yang sengaja di gelar dua tahun sekali.
Ia mengalahkan dua orang mantan Menteri Pertanian Michihiko Kano dan Hirotaka Akamatsu, serta mantan Menteri Dalam Negeri Kazuhiro Haraguchi.
Kemenangan ini nampaknya akan mengamankan posisi Noda sebagai Perdana Menteri Jepang. Sementara ia menghadapi tekanan kuat atas kebijakan untuk meningkatkan pajak penjualan sebesar dua kali lipat dari 5 persen menjadi 10 persen pada tahun 2015 mendatang. Langkah ditempuh untuk memotong hutang publik dan mendanai kesejahteraan sosial.
Sejumlah pengamat sebelumnya telah memperkirakan kemenangan Noda. Pasalnya ia mendapat dukungan dari sejumlah tokoh penting partai DPJ, seperti mantan PM Kan dan kepala kebijakan partai Seiji Maehara.
Noda mulai menjabat posisi ketua DPJ setelah Naoto Kan mengundurkan diri karena gagal menyelesaikan krisis nuklir Fukushima.
Seperti diberitakan BBC.co.uk, Jumat (21/9/2012) Noda memenangkan suara mayoritas dalam pemilihan partai DPJ yang sengaja di gelar dua tahun sekali.
Ia mengalahkan dua orang mantan Menteri Pertanian Michihiko Kano dan Hirotaka Akamatsu, serta mantan Menteri Dalam Negeri Kazuhiro Haraguchi.
Kemenangan ini nampaknya akan mengamankan posisi Noda sebagai Perdana Menteri Jepang. Sementara ia menghadapi tekanan kuat atas kebijakan untuk meningkatkan pajak penjualan sebesar dua kali lipat dari 5 persen menjadi 10 persen pada tahun 2015 mendatang. Langkah ditempuh untuk memotong hutang publik dan mendanai kesejahteraan sosial.
Sejumlah pengamat sebelumnya telah memperkirakan kemenangan Noda. Pasalnya ia mendapat dukungan dari sejumlah tokoh penting partai DPJ, seperti mantan PM Kan dan kepala kebijakan partai Seiji Maehara.
Noda mulai menjabat posisi ketua DPJ setelah Naoto Kan mengundurkan diri karena gagal menyelesaikan krisis nuklir Fukushima.
(aww)