Obama kecam pernyataan Romney
Kamis, 20 September 2012 - 10:50 WIB
Obama kecam pernyataan Romney
A
A
A
Sindonews.com - Barack Obama mengecam pesaingnya, calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Mitt Romney, dengan mengatakan siapa pun yang ingin jadi presiden harus bekerja untuk seluruh rakyat AS.
Kecaman itu dilontarkan Obama untuk menanggapi komentar Romney dalam video rahasia yang bocor bahwa 47% rakyat AS menghindari pajak. Bocornya video saat Romney menggelar acara makan malam privat itu menjadi pukulan bagi kubu Partai Republik.
“Satu hal yang saya pelajari sebagai presiden ialah Anda mewakili seluruh negeri. Jika Anda ingin jadi presiden,Anda harus bekerja untuk semua pihak. Saat saya menang pada 2008, sebanyak 47% rakyat Amerika memilih John Mc- Cain,”tegas Obama dalam talk show CBS yang dipandu David Letterman.
Sementara, saat acara makan malam penggalangan dana yang menampilkan bintang musik Beyonce dan Jay-Z di klub malam New York,Obama memperingatkan para pendukungnya agar tidak berpikir bahwa persaingan dalam pemilu itu segalanya.
“Saya tidak ingin orang puas dengan dirinya,tapi saya juga tidak ingin orang jadi berkecil hati,”katanya di depan 100 orang di klub 40-40, yang setiap orang membayar USD40.000 untuk satu tiket.
Dalam video rahasia yang bocor itu, Romney mengatakan bahwa para pemilih Obama merupakan orang-orang yang tergantung pada pemerintah yang tidak dapat bertanggung jawab untuk hidup mereka sendiri.
“Mereka itu orang yang tidak membayar pajak pendapatan. Jadi, pesan kami untuk mengurangi pajak tidak menarik,” kata Romney dalam video yang dirilis oleh majalah Mother Jones.
“Pekerjaan saya tidak untuk mengkhawatirkan orang-orang itu. Saya tidak akan pernah bisa meyakinkan mereka bahwa mereka harus bertanggung jawab untuk hidup mereka.” Komentar Romney itu memberi kesan bahwa dia tidak memahami penderitaan yang dialami banyak rakyat AS di tengah lambatnya pemulihan ekonomi setelah mengalami resesi terburuk dalam beberapa dekade terakhir.
Masalah video rahasia yang bocor itu terus berlanjut. Dalam video itu,Romney dengan terang-terangan berpendapat tentang nasib perundingan damai Timur Tengah yang selalu gagal.
“Saya lihat rakyat Palestina tidak ingin melihat perdamaian apa pun,untuk tujuan politik, berkomitmen menghancurkan dan memusnahkan Israel,dan ini isu sulit,dan saya katakan di sana tak ada jalan,” kata Romney dalam video itu.
“Anda melakukan berbagai hal terbaik yang Anda bisa.Anda berharap untuk sejumlah stabilitas, tapi Anda mengakui bahwa ini tetap masalah yang tak terselesaikan, dan kita menendang bola ke lapangan dan berharap pada akhirnya, entah bagaimana, sesuatu akan terjadi dan terselesaikan,” ungkap Romney.
Gedung Putih menyatakan bahwa pendapat Romney dalam video itu menunjukkan dia tidak layak memimpin dan menegaskan bahwa pendahulu Obama, yakni Bill Clinton dari Demokrat dan George W. Bush dari Republik, berupaya keras menciptakan perdamaian Timur Tengah.
“Ini jelas pendekatan salah untuk mengatakan kita tidak dapat melakukan apa pun tentang itu, jadi kita hanya akan menendang bola ke lapangan. Itu bukan kepemimpinan. Itu lawan kepemimpinan,” tegas juru bicara Gedung Putih Jay Carney.
Romney menolak meminta maaf atas semua komentarnya dalam video tersebut.Namun, dia berupaya membawa perdebatan mengenai pemerintahan yang efektif.
“Kita semua yakin bahwa saat orang tertekan,saat mereka memerlukan bantuan, kita memberi mereka bantuan sementara. Kita memberi mereka dukungan, tapi kita tidak percaya dengan pembagian kembali (redistribusi),”ungkap Romney kepada 1.000 donatur di Salt Lake City,dikutip AFP.
“Amerika tidak pernah menjadi tempat yang lebih mudah mendapat subsidi federal daripada untuk mendapat pekerjaan,” kata Romney.
Penasihat senior Romney Kevin Madden menyatakan bahwa capres Republik tetap fokus dengan pesan-pesan ekonominya.“ Ini kampanye yang berat dan sengit hingga hari pemungutan suara,”tuturnya.
Sementara, jajak pendapat terbaru Quinnipiac University/ New York Times/CBS News menunjukkan Obama memimpin di tiga negara bagian penting, Virginia,Wisconsin, dan Colorado. Obama juga dianggap sebagai kandidat terbaik untuk mengatasi krisis internasional.
Obama meraih 51% dan Romney 45% di Wisconsin, negara bagian asal calon wakil presiden dari Partai Republik Paul Ryan. Di Virginia,Obama meraih 50% dan Romney 46%. Adapun di Colorado, Obama unggul 48% dan Romney 47%.
Obama memenangkan semua dari tiga negara bagian itu pada 2008,saat dia menjadi capres Demokrat pertama yang menang di Virginia sejak 1964. Survei itu juga menemukan bahwa Obama dianggap dapat mengatasi masalah ekonomi.
Kecaman itu dilontarkan Obama untuk menanggapi komentar Romney dalam video rahasia yang bocor bahwa 47% rakyat AS menghindari pajak. Bocornya video saat Romney menggelar acara makan malam privat itu menjadi pukulan bagi kubu Partai Republik.
“Satu hal yang saya pelajari sebagai presiden ialah Anda mewakili seluruh negeri. Jika Anda ingin jadi presiden,Anda harus bekerja untuk semua pihak. Saat saya menang pada 2008, sebanyak 47% rakyat Amerika memilih John Mc- Cain,”tegas Obama dalam talk show CBS yang dipandu David Letterman.
Sementara, saat acara makan malam penggalangan dana yang menampilkan bintang musik Beyonce dan Jay-Z di klub malam New York,Obama memperingatkan para pendukungnya agar tidak berpikir bahwa persaingan dalam pemilu itu segalanya.
“Saya tidak ingin orang puas dengan dirinya,tapi saya juga tidak ingin orang jadi berkecil hati,”katanya di depan 100 orang di klub 40-40, yang setiap orang membayar USD40.000 untuk satu tiket.
Dalam video rahasia yang bocor itu, Romney mengatakan bahwa para pemilih Obama merupakan orang-orang yang tergantung pada pemerintah yang tidak dapat bertanggung jawab untuk hidup mereka sendiri.
“Mereka itu orang yang tidak membayar pajak pendapatan. Jadi, pesan kami untuk mengurangi pajak tidak menarik,” kata Romney dalam video yang dirilis oleh majalah Mother Jones.
“Pekerjaan saya tidak untuk mengkhawatirkan orang-orang itu. Saya tidak akan pernah bisa meyakinkan mereka bahwa mereka harus bertanggung jawab untuk hidup mereka.” Komentar Romney itu memberi kesan bahwa dia tidak memahami penderitaan yang dialami banyak rakyat AS di tengah lambatnya pemulihan ekonomi setelah mengalami resesi terburuk dalam beberapa dekade terakhir.
Masalah video rahasia yang bocor itu terus berlanjut. Dalam video itu,Romney dengan terang-terangan berpendapat tentang nasib perundingan damai Timur Tengah yang selalu gagal.
“Saya lihat rakyat Palestina tidak ingin melihat perdamaian apa pun,untuk tujuan politik, berkomitmen menghancurkan dan memusnahkan Israel,dan ini isu sulit,dan saya katakan di sana tak ada jalan,” kata Romney dalam video itu.
“Anda melakukan berbagai hal terbaik yang Anda bisa.Anda berharap untuk sejumlah stabilitas, tapi Anda mengakui bahwa ini tetap masalah yang tak terselesaikan, dan kita menendang bola ke lapangan dan berharap pada akhirnya, entah bagaimana, sesuatu akan terjadi dan terselesaikan,” ungkap Romney.
Gedung Putih menyatakan bahwa pendapat Romney dalam video itu menunjukkan dia tidak layak memimpin dan menegaskan bahwa pendahulu Obama, yakni Bill Clinton dari Demokrat dan George W. Bush dari Republik, berupaya keras menciptakan perdamaian Timur Tengah.
“Ini jelas pendekatan salah untuk mengatakan kita tidak dapat melakukan apa pun tentang itu, jadi kita hanya akan menendang bola ke lapangan. Itu bukan kepemimpinan. Itu lawan kepemimpinan,” tegas juru bicara Gedung Putih Jay Carney.
Romney menolak meminta maaf atas semua komentarnya dalam video tersebut.Namun, dia berupaya membawa perdebatan mengenai pemerintahan yang efektif.
“Kita semua yakin bahwa saat orang tertekan,saat mereka memerlukan bantuan, kita memberi mereka bantuan sementara. Kita memberi mereka dukungan, tapi kita tidak percaya dengan pembagian kembali (redistribusi),”ungkap Romney kepada 1.000 donatur di Salt Lake City,dikutip AFP.
“Amerika tidak pernah menjadi tempat yang lebih mudah mendapat subsidi federal daripada untuk mendapat pekerjaan,” kata Romney.
Penasihat senior Romney Kevin Madden menyatakan bahwa capres Republik tetap fokus dengan pesan-pesan ekonominya.“ Ini kampanye yang berat dan sengit hingga hari pemungutan suara,”tuturnya.
Sementara, jajak pendapat terbaru Quinnipiac University/ New York Times/CBS News menunjukkan Obama memimpin di tiga negara bagian penting, Virginia,Wisconsin, dan Colorado. Obama juga dianggap sebagai kandidat terbaik untuk mengatasi krisis internasional.
Obama meraih 51% dan Romney 45% di Wisconsin, negara bagian asal calon wakil presiden dari Partai Republik Paul Ryan. Di Virginia,Obama meraih 50% dan Romney 46%. Adapun di Colorado, Obama unggul 48% dan Romney 47%.
Obama memenangkan semua dari tiga negara bagian itu pada 2008,saat dia menjadi capres Demokrat pertama yang menang di Virginia sejak 1964. Survei itu juga menemukan bahwa Obama dianggap dapat mengatasi masalah ekonomi.
(aww)