Partai Pro-Euro berhasil menangi Pemilu Belanda
Jum'at, 14 September 2012 - 08:44 WIB
Partai Pro-Euro berhasil menangi Pemilu Belanda
A
A
A
Sindonews.com - Dua partai pro-euro, Partai Liberal dan Partai Buruh,kemarin berhasil meraih simpati terbanyak dari masyarakat Belanda pada pemilu parlemen yang digelar Rabu (12/9) lalu.
Perdana Menteri (PM) Belanda Mark Rutte mengklaim kemenangan partai yang dipimpinnya, Partai Liberal, dengan perolehan 41 kursi. Partai Buruh yang dipimpin Diederik Samsom hanya meraih 39 dari 150 kursi parlemen.
Hasil pemilu itu menunjukkan masyarakat Belanda mendukung penghematan dan dana talangan untuk zona euro.
“Besok (hari ini) kita akan langsung bekerja dan rakyat Belanda harus secepatnya memiliki kabinet yang stabil.Saya akan siap bekerja dengan Anda sehingga Belanda dapat bangkit lebih kuat dari krisis,” ujar Rutte saat pesta kemenangan pada Rabu malam waktu setempat.
“Kita tidak akan mengabaikan kepercayaan Anda,” imbuhnya dikutip AFP.
Rutte mengungkapkan, pihaknya akan membentuk koalisi secepat mungkin, meskipun perundingan formal tidak dapat dimulai hingga pekan depan. Secara teoritis, kedua partai itu dapat membentuk pemerintahan koalisi baru karena kesamaan sikap yaitu pro-euro, meski berbeda pendekatan.
Jika dua partai besar itu sepakat berkoalisi, maka Liberal dan Buruh memiliki 80 kursi serta menjadi mayoritas.Tetapi, selama musim kampanye, kedua partai itu menyatakan keengganan untuk berkoalisi.
Sedangkan, Samsom menegaskan bahwa pihaknya bakal melakukan tawar-menawar yang berat dalam perundingan koalisi.
“Tidak ada yang tahu apa yang bakal terjadi besok, tetapi ada satu kepastian.Jalan dapat diubah. Jalan harus diubah karena kebijakan sayap kanan selama dua tahun terakhir tidak dapat dilanjutkan,” kata Samson dikutip BBC.
Tapi, dapatkah Liberal dan Buruh berkoalisi? Wali Kota Den Haag dari Partai Liberal Jozias van Aartsen menegaskan, sangat sulit kalau dua partai itu bekerja sama.
“Ada dua pemenang yang sama kuat tetapi mereka memiliki perbedaan satu sama lain,”ujar mantan menteri luar negeri itu kepada Radio 1.
Sementara, Partai Kebebasan (FP) yang dipimpin Geert Wilders hanya meraih 15 kursi atau mengalami penurunan drastis dibandingkan pemilu sebelumnya dengan 24 kursi.
“Saya lebih baik memilih berdiri di sini dengan berita baik, tapi para pemilih telah bicara. Kita mengalami kekalahan yang sangat parah,”tegasnya.
Sedangkan, Partai Sosialis juga meraih 15 kursi. Selisih yang sangat jauh antara partai pro-euro dan kontra-euro menunjukkan masyarakat Belanda telah menentukan pilihan masa depan negaranya.
Perdana Menteri (PM) Belanda Mark Rutte mengklaim kemenangan partai yang dipimpinnya, Partai Liberal, dengan perolehan 41 kursi. Partai Buruh yang dipimpin Diederik Samsom hanya meraih 39 dari 150 kursi parlemen.
Hasil pemilu itu menunjukkan masyarakat Belanda mendukung penghematan dan dana talangan untuk zona euro.
“Besok (hari ini) kita akan langsung bekerja dan rakyat Belanda harus secepatnya memiliki kabinet yang stabil.Saya akan siap bekerja dengan Anda sehingga Belanda dapat bangkit lebih kuat dari krisis,” ujar Rutte saat pesta kemenangan pada Rabu malam waktu setempat.
“Kita tidak akan mengabaikan kepercayaan Anda,” imbuhnya dikutip AFP.
Rutte mengungkapkan, pihaknya akan membentuk koalisi secepat mungkin, meskipun perundingan formal tidak dapat dimulai hingga pekan depan. Secara teoritis, kedua partai itu dapat membentuk pemerintahan koalisi baru karena kesamaan sikap yaitu pro-euro, meski berbeda pendekatan.
Jika dua partai besar itu sepakat berkoalisi, maka Liberal dan Buruh memiliki 80 kursi serta menjadi mayoritas.Tetapi, selama musim kampanye, kedua partai itu menyatakan keengganan untuk berkoalisi.
Sedangkan, Samsom menegaskan bahwa pihaknya bakal melakukan tawar-menawar yang berat dalam perundingan koalisi.
“Tidak ada yang tahu apa yang bakal terjadi besok, tetapi ada satu kepastian.Jalan dapat diubah. Jalan harus diubah karena kebijakan sayap kanan selama dua tahun terakhir tidak dapat dilanjutkan,” kata Samson dikutip BBC.
Tapi, dapatkah Liberal dan Buruh berkoalisi? Wali Kota Den Haag dari Partai Liberal Jozias van Aartsen menegaskan, sangat sulit kalau dua partai itu bekerja sama.
“Ada dua pemenang yang sama kuat tetapi mereka memiliki perbedaan satu sama lain,”ujar mantan menteri luar negeri itu kepada Radio 1.
Sementara, Partai Kebebasan (FP) yang dipimpin Geert Wilders hanya meraih 15 kursi atau mengalami penurunan drastis dibandingkan pemilu sebelumnya dengan 24 kursi.
“Saya lebih baik memilih berdiri di sini dengan berita baik, tapi para pemilih telah bicara. Kita mengalami kekalahan yang sangat parah,”tegasnya.
Sedangkan, Partai Sosialis juga meraih 15 kursi. Selisih yang sangat jauh antara partai pro-euro dan kontra-euro menunjukkan masyarakat Belanda telah menentukan pilihan masa depan negaranya.
(aww)