Presiden baru Somalia jadi target serangan bom
Kamis, 13 September 2012 - 11:09 WIB
Presiden baru Somalia jadi target serangan bom
A
A
A
Sindonews.com - Presiden baru Somalia Hassan Sheikh Mohamud menjadi target serangan dua bom bunuh diri di depan pintu gerbang sebuah hotel Jazeera di Ibu Kota Mogadishu, Somalia.
Akibat serangan ini, tujuh orang dilaporkan tewas. Dua diantara mereka yang tewas merupakan tentara Somalia. Sedikitnya enam sipil menderita luka tembak tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
Serangan tersebut terjadi saat Presiden Hassan mengelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Kenya, Sam Ongeri di Mogadishu. Serangan pertama pecah saat Ongeri mulai berbicara pukul dua siang waktu setempat.
Seperti diberitakan BBC, Kamis (13/9/2012) dua militan memarkir kendaraannya di dekat hotel dan berjalan menuju gedung. Seorang pria, meledakkan dirinya di pintu gerbang. Sementara orang kedua berlari ke hotel.
"Saya percaya ini adalah harga untuk sebuah perdamaian," ungkap Ongeri seperti diberitakan Firstpost, Kamis (13/9/2012).
Beberapa menit bom kedua meledak, para tamu dan wartawan yang sedang menghadiri pertemuan tersebut langsung berusaha mencari tempat perlindungan.
Pasukan Perdamian Afrika untuk Somalia, African Union Mission in Somalia (AMISOM) terpaksa menambak pelaku penyerangan ketiga untuk menghentikan aksinya. Sementara itu baik Menlu Kenya dan Presiden Somalia yang baru saja terpilih dua hari lalu selamat dari serangan ini.
Seperti dilansiri dari beberapa sumber, Al-Shabab, kelompok militan yang terkait dengan militan al-Qaeda mengklaim telah melancarkan serangan.
"Kami berada di balik penyerangan hotel Mogadishu. Ini adalah operasi yang direncanakan oleh Mujahidin," ungkap Juru bicara operasi militer kelompok al-Saabab, Sheikh Abdiasis Abu Musab seperti diberitakan Firstpost, Kamis (13/9/2012).
Selasa lalu al-Shabaab menjuluki Hasan sebagai penghianat karena telah melayani kepentingan barat dan bersumpah akan terus melakukan aksi jihat menentang pemerintahan Hasan.
Sementara itu, Menlu Kenya mengatakan akan terus membantu Somalia memberantas kelompok pemberontak.
"Ledakan bom ini tidak akan mengubah segalanya. Kami telah bertekat. Kami diri unutk melakukan penumpasan sampai tujuan itu tercapai," ungkap juru bicara Angkatan Pertahanan Kenya, Bogita Ongeri
Akibat serangan ini, tujuh orang dilaporkan tewas. Dua diantara mereka yang tewas merupakan tentara Somalia. Sedikitnya enam sipil menderita luka tembak tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
Serangan tersebut terjadi saat Presiden Hassan mengelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Kenya, Sam Ongeri di Mogadishu. Serangan pertama pecah saat Ongeri mulai berbicara pukul dua siang waktu setempat.
Seperti diberitakan BBC, Kamis (13/9/2012) dua militan memarkir kendaraannya di dekat hotel dan berjalan menuju gedung. Seorang pria, meledakkan dirinya di pintu gerbang. Sementara orang kedua berlari ke hotel.
"Saya percaya ini adalah harga untuk sebuah perdamaian," ungkap Ongeri seperti diberitakan Firstpost, Kamis (13/9/2012).
Beberapa menit bom kedua meledak, para tamu dan wartawan yang sedang menghadiri pertemuan tersebut langsung berusaha mencari tempat perlindungan.
Pasukan Perdamian Afrika untuk Somalia, African Union Mission in Somalia (AMISOM) terpaksa menambak pelaku penyerangan ketiga untuk menghentikan aksinya. Sementara itu baik Menlu Kenya dan Presiden Somalia yang baru saja terpilih dua hari lalu selamat dari serangan ini.
Seperti dilansiri dari beberapa sumber, Al-Shabab, kelompok militan yang terkait dengan militan al-Qaeda mengklaim telah melancarkan serangan.
"Kami berada di balik penyerangan hotel Mogadishu. Ini adalah operasi yang direncanakan oleh Mujahidin," ungkap Juru bicara operasi militer kelompok al-Saabab, Sheikh Abdiasis Abu Musab seperti diberitakan Firstpost, Kamis (13/9/2012).
Selasa lalu al-Shabaab menjuluki Hasan sebagai penghianat karena telah melayani kepentingan barat dan bersumpah akan terus melakukan aksi jihat menentang pemerintahan Hasan.
Sementara itu, Menlu Kenya mengatakan akan terus membantu Somalia memberantas kelompok pemberontak.
"Ledakan bom ini tidak akan mengubah segalanya. Kami telah bertekat. Kami diri unutk melakukan penumpasan sampai tujuan itu tercapai," ungkap juru bicara Angkatan Pertahanan Kenya, Bogita Ongeri
(aww)