Belanda pilih PM baru
Rabu, 12 September 2012 - 10:12 WIB
Belanda pilih PM baru
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri (PM) sementara Belanda Mark Rutte dan pemimpin Partai Buruh Diederik Samson diprediksi bakal sangat ketat memenangi pemilu yang bakal digelar Rabu (12/9) waktu setempat.
Namun, Rutte harus menggandeng partai lainnya untuk membentuk pemerintahan. Sepertinya, Rutte yang memimpin Partai Liberal bakal kesulitan untuk menggandeng Diederik Samson dari kubu oposisi Partai Buruh. Pasalnya, kedua partai memiliki haluan ideologi dan program yang berbeda meski keduanya memiliki satu perjuangan yang sama hal berbagai isu.
Rutte, 45, dan Samson, 41, harus memperebutkan seperempat pemilih Belanda yang belum menentukan suaranya. Tak mengherankan jika sebagian analis memprediksi Partai Buruh bakal mengalahkan Liberal pada pemilu kali ini.
Ada anjuran kedua partai itu bersatu membentuk pemerintahan baru nanti sebagai suatu solusi untuk menarik pemilih,namun Rutte telah mengesampingkan koalisi dengan Buruh.
“Itu (koalisi) sepertinya tidak mungkin,” tegas Rutte dikutip Reuters.
Apalagi, berdasarkan jajak pendapat terakhir menunjukkan Liberal dan Buruh bersaing sangat ketat setelah partai kiri itu membuat berbagai kejutan dalam beberapa hari terakhir. Liberal membutuhkan satu partai untuk membentuk pemerintahan koalisi. Isu politik yang dimainkan Rutte dan Samson masih fokus pada krisis zona euro.
Rutte berjanji kepada para pendukungnya bahwa Yunani tidak akan mendapatkan bantuan lagi.Dia menegaskan bahwa tugasnya adalah menjual Eropa ke rakyat Belanda.
“Kita adalah bangsa perdagangan dan kita berdagang dengan Yunani, Spanyol, Italia, Portugal dan Irlandia,” kata Rutte dikutip BBC.
Menurut Rutte, sekutu Uni Eropa itu sangat penting dalam perdagangan.“Pasar yang kuat dengan mata uang yang kuat,” tegasnya. Sedangkan, Samson menginginkan agar Belanda diberikan lebih banyak waktu untuk menentukan target anggaran Uni Eropa. Samson mengungkapkan, Yunani dapat diberikan waktu lagi jika memiliki kesempatan untuk bertahan di zona euro.
Dalam jajak pendapat yang dipublikasikan Maurice de Hond,Partai Liberal dan Buruh bakal mendapatkan masing-masing 35 kursi dari 150 kursi parlemen. Itu menunjukkan Partai Buruh dan Liberal bersaing sangat ketat.Koalisi disebut sebagai solusi terbaik. Jajak pendapat yang dipublikasi oleh harian Belanda De Volkskrant menunjukkan,52% responden menyatakan Rutte merupakan pemimpin yang sebenarnya.
Rutte dianggap sebagai pemimpin yang memiliki sikap kepemimpinan dan kompetensi yang tinggi. Sedangkan, 41% responden memberikan dukungan bagi Samson. Kemudian, 76% responden membutuhkan pemimpin yang berani dan berdedikasi.
“Rutte merupakan orang yang terbaik yang dapat dikirim ke Brussels (kantor Uni Eropa) untuk berjuang bagi rakyat Belanda. Partai Liberal memimpin perolehan terbanyak dalam hal kompetensi dan kelayakan seorang pemimpin,” demikian tulisDe Volkskrant.
Pemerintahan Rutte bubar ketika sekutu utamanya,politisi anti-imigran Geert Wilders, menolak mendukung penghematan yang diminta Uni Eropa. Wilders dikenal sebagai politisi anti-zona euro. Dia menyerukan agar Belanda kembali ke mata uang asalnya dan keluar dari zona Uni Eropa. Partai lain yang dipertimbangkan adalah Partai Sosialis yang dipimpin Emile Roemer.
Kampanye yang diusungnya adalah “tidak ada lagi uang mengalir ke Yunani.” Baik partai yang dipimpin Wilders dan Roemer diprediksi menduduki peringkat ketiga dan keempat. Kedua partai itu sangat sulit untuk menduduki peringkat kedua. Sementara, kelompok anti- Islam Amerika, Forum Timur Tengah, memberikan dukungan finansial kepada politisi Belanda, Geert Wilders.
Menurut Direktur Forum Timur Tengah Daniel Pipes, pihaknya telah mendanai perlindungan hukum bagi Wilders pada tahun 2010 dan 2011 melawan Belanda atas tuduhan menyebar kebencian rasial.
“Kami mengirimkan dana langsung kepada Wilders melalui pengacaranya untuk bantuan hukum,” kata Pipes dikutip Reuters.
Forum Timur Tengah memiliki tujuan utama yakni melindungi kebebasan publik untuk menyatakan pendapatnya mengenai anti-Islam, mempromosikan kepentingan Amerika di Timur Tengah, dan melindungi tatanan konstitusional dari ancaman Timur Tengah.
Di Belanda,Forum Timur Tengah itu diwakili oleh pengacara kriminal Belanda Bram Moscowitz. Sementara, Wilders mengatakan,biaya perlindungan hukum bagi dirinya didapat dari donasi sukarela dari kelompok yang mendukung kebebasan berbicara.
Namun, Rutte harus menggandeng partai lainnya untuk membentuk pemerintahan. Sepertinya, Rutte yang memimpin Partai Liberal bakal kesulitan untuk menggandeng Diederik Samson dari kubu oposisi Partai Buruh. Pasalnya, kedua partai memiliki haluan ideologi dan program yang berbeda meski keduanya memiliki satu perjuangan yang sama hal berbagai isu.
Rutte, 45, dan Samson, 41, harus memperebutkan seperempat pemilih Belanda yang belum menentukan suaranya. Tak mengherankan jika sebagian analis memprediksi Partai Buruh bakal mengalahkan Liberal pada pemilu kali ini.
Ada anjuran kedua partai itu bersatu membentuk pemerintahan baru nanti sebagai suatu solusi untuk menarik pemilih,namun Rutte telah mengesampingkan koalisi dengan Buruh.
“Itu (koalisi) sepertinya tidak mungkin,” tegas Rutte dikutip Reuters.
Apalagi, berdasarkan jajak pendapat terakhir menunjukkan Liberal dan Buruh bersaing sangat ketat setelah partai kiri itu membuat berbagai kejutan dalam beberapa hari terakhir. Liberal membutuhkan satu partai untuk membentuk pemerintahan koalisi. Isu politik yang dimainkan Rutte dan Samson masih fokus pada krisis zona euro.
Rutte berjanji kepada para pendukungnya bahwa Yunani tidak akan mendapatkan bantuan lagi.Dia menegaskan bahwa tugasnya adalah menjual Eropa ke rakyat Belanda.
“Kita adalah bangsa perdagangan dan kita berdagang dengan Yunani, Spanyol, Italia, Portugal dan Irlandia,” kata Rutte dikutip BBC.
Menurut Rutte, sekutu Uni Eropa itu sangat penting dalam perdagangan.“Pasar yang kuat dengan mata uang yang kuat,” tegasnya. Sedangkan, Samson menginginkan agar Belanda diberikan lebih banyak waktu untuk menentukan target anggaran Uni Eropa. Samson mengungkapkan, Yunani dapat diberikan waktu lagi jika memiliki kesempatan untuk bertahan di zona euro.
Dalam jajak pendapat yang dipublikasikan Maurice de Hond,Partai Liberal dan Buruh bakal mendapatkan masing-masing 35 kursi dari 150 kursi parlemen. Itu menunjukkan Partai Buruh dan Liberal bersaing sangat ketat.Koalisi disebut sebagai solusi terbaik. Jajak pendapat yang dipublikasi oleh harian Belanda De Volkskrant menunjukkan,52% responden menyatakan Rutte merupakan pemimpin yang sebenarnya.
Rutte dianggap sebagai pemimpin yang memiliki sikap kepemimpinan dan kompetensi yang tinggi. Sedangkan, 41% responden memberikan dukungan bagi Samson. Kemudian, 76% responden membutuhkan pemimpin yang berani dan berdedikasi.
“Rutte merupakan orang yang terbaik yang dapat dikirim ke Brussels (kantor Uni Eropa) untuk berjuang bagi rakyat Belanda. Partai Liberal memimpin perolehan terbanyak dalam hal kompetensi dan kelayakan seorang pemimpin,” demikian tulisDe Volkskrant.
Pemerintahan Rutte bubar ketika sekutu utamanya,politisi anti-imigran Geert Wilders, menolak mendukung penghematan yang diminta Uni Eropa. Wilders dikenal sebagai politisi anti-zona euro. Dia menyerukan agar Belanda kembali ke mata uang asalnya dan keluar dari zona Uni Eropa. Partai lain yang dipertimbangkan adalah Partai Sosialis yang dipimpin Emile Roemer.
Kampanye yang diusungnya adalah “tidak ada lagi uang mengalir ke Yunani.” Baik partai yang dipimpin Wilders dan Roemer diprediksi menduduki peringkat ketiga dan keempat. Kedua partai itu sangat sulit untuk menduduki peringkat kedua. Sementara, kelompok anti- Islam Amerika, Forum Timur Tengah, memberikan dukungan finansial kepada politisi Belanda, Geert Wilders.
Menurut Direktur Forum Timur Tengah Daniel Pipes, pihaknya telah mendanai perlindungan hukum bagi Wilders pada tahun 2010 dan 2011 melawan Belanda atas tuduhan menyebar kebencian rasial.
“Kami mengirimkan dana langsung kepada Wilders melalui pengacaranya untuk bantuan hukum,” kata Pipes dikutip Reuters.
Forum Timur Tengah memiliki tujuan utama yakni melindungi kebebasan publik untuk menyatakan pendapatnya mengenai anti-Islam, mempromosikan kepentingan Amerika di Timur Tengah, dan melindungi tatanan konstitusional dari ancaman Timur Tengah.
Di Belanda,Forum Timur Tengah itu diwakili oleh pengacara kriminal Belanda Bram Moscowitz. Sementara, Wilders mengatakan,biaya perlindungan hukum bagi dirinya didapat dari donasi sukarela dari kelompok yang mendukung kebebasan berbicara.
(aww)