Somalia punya presiden baru
Selasa, 11 September 2012 - 18:47 WIB
Somalia punya presiden baru
A
A
A
Sindonews.com - Anggota parlemen Somalia menunjuk Hassan Sheikh Mohamud sebagai Presiden baru Somalia.
Hassan berhasil mendapatkan 190 suara anggota parlemen Somalia. Sementara, saingannya yaitu Presiden Sheikh Sharif Sheikh Ahmed dengan perolehan 79 suara.
Dalam sebuah siaran langsung di TV nasional Somalia, Presiden Somalia Sheikh Sharif Sheikh Ahmed mengakui kekalahanya atas Hasan.
"Ini merupakan sebuah kesenangan tersendiri bagi saya, menyaksikan sebuah Pemilu yang adil di Mogadishu setelah 42 tahun (sejak Mohamed Siad Barre mengambil alih pada tahun 1969)," ungkap Ahmed seperti diberitakan BBC.co.uk. Selasa (11/9/2012).
Hasan merupakan seorang akademisi serta aktivis sipil yang bekerja untuk beberapa organisasi perdamaian nasional dan internasional, serta organisasi pembangunan.
Pemilihan presiden Somalia menjadi sebuah langkah baru bagi Somalia untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama dua dekade.
Hasan dinilai sebagai calon yang paling tepat untuk memimpin Somalia menuju perubahan. Sosoknya dipandang bersih, tidak terkait dengan korupsi dan kekerasan yang terjadi di Somalia selama ini.
Tapi, ke depanya lulusan master dari Universitas Bhopal, India ini akan menghadapi sejumlah tantangan. Hasan harus merangkul politikus yang kalah dalam Pemilu untuk bersatu dalam pemerintahannya.
Selain itu, ia juga harus menyatukan rakyat Somalia yang terpecah selama dua dekade, karena konflik sipil yang dikendalikan oleh militan al-Shabab.
Al – Shabab merupakan, kelompok militan yang terkait dengan militan al-Qaeda masih menguasai Somalia selatan dan beberapa wilayah penting di Somalia. Kelompok ini acap kali melakukan serangan bom bunuh diri sejak pasukan Uni Afrika dan militer Somalia mengusir mereka dari wilayah Ibu Kota Mogadishu.
Hassan berhasil mendapatkan 190 suara anggota parlemen Somalia. Sementara, saingannya yaitu Presiden Sheikh Sharif Sheikh Ahmed dengan perolehan 79 suara.
Dalam sebuah siaran langsung di TV nasional Somalia, Presiden Somalia Sheikh Sharif Sheikh Ahmed mengakui kekalahanya atas Hasan.
"Ini merupakan sebuah kesenangan tersendiri bagi saya, menyaksikan sebuah Pemilu yang adil di Mogadishu setelah 42 tahun (sejak Mohamed Siad Barre mengambil alih pada tahun 1969)," ungkap Ahmed seperti diberitakan BBC.co.uk. Selasa (11/9/2012).
Hasan merupakan seorang akademisi serta aktivis sipil yang bekerja untuk beberapa organisasi perdamaian nasional dan internasional, serta organisasi pembangunan.
Pemilihan presiden Somalia menjadi sebuah langkah baru bagi Somalia untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama dua dekade.
Hasan dinilai sebagai calon yang paling tepat untuk memimpin Somalia menuju perubahan. Sosoknya dipandang bersih, tidak terkait dengan korupsi dan kekerasan yang terjadi di Somalia selama ini.
Tapi, ke depanya lulusan master dari Universitas Bhopal, India ini akan menghadapi sejumlah tantangan. Hasan harus merangkul politikus yang kalah dalam Pemilu untuk bersatu dalam pemerintahannya.
Selain itu, ia juga harus menyatukan rakyat Somalia yang terpecah selama dua dekade, karena konflik sipil yang dikendalikan oleh militan al-Shabab.
Al – Shabab merupakan, kelompok militan yang terkait dengan militan al-Qaeda masih menguasai Somalia selatan dan beberapa wilayah penting di Somalia. Kelompok ini acap kali melakukan serangan bom bunuh diri sejak pasukan Uni Afrika dan militer Somalia mengusir mereka dari wilayah Ibu Kota Mogadishu.
(aww)