AS serahkan pengawasan penjara Bagram pada Afghanistan
Senin, 10 September 2012 - 20:23 WIB
AS serahkan pengawasan penjara Bagram pada Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com - Pasukan Amerika Serikat (AS) hari ini telah resmi menyerahkan kekuasaan atas penjara Bagram kepada Departemen Pertahanan Afghanistan.
"Hari ini kami melihat sebuah langkah signifikan sebagai sebuah proses transisi pasukan koalisi kepada pasukan Afghanistan ditandai dengan penyerahan penjara Bagram dari mitra internasional Afghanistan kepada tentara Afghanistan," ungkap Menteri Pertahanan Afghanistan, Hinayatuula Nazari seperti diberitakan Xinhua, Senin (10/9/2012).
Upacara serah terima kendali atas penjara Bagram dihadiri sejumlah petinggi militer Afghanistan, AS dan North Atlantic Treaty Organization (NATO) di dekat pangkalan udara Bagram, 50 km dari ibu kota Kabul, Afghanistan.
Penandatanganan serah terima keputusan tersebut sebelumnya dilakukan oleh Komandan AS dan juga petinggi North Atlantic Treaty Organization (NATO), Jenderal John Allen dan mantan Menteri Pertahanan Afghanistan Abdul Rahim Wardak pada 9 Maret lalu.
Berdasakan dokumen kesepakatan tersebut, Afghanistan akan berkonsultasi dengan AS tentang nasib para tahanan. Apakah akan membebaskan, atau mentransfer sekitar 3.000 pejuang Taliban dan tersangka teror kepada pemerintah Afghanistan.
Sesuai kesepakatan, meskipun serah terima telah dilakukan, AS akan tetap hadir penjara Bagram dalam rangka memberikan dukungan konsultasi, teknis dan logistik untuk jangka waktu satu tahun mulai 9 Maret tahun ini.
"Hari ini kami melihat sebuah langkah signifikan sebagai sebuah proses transisi pasukan koalisi kepada pasukan Afghanistan ditandai dengan penyerahan penjara Bagram dari mitra internasional Afghanistan kepada tentara Afghanistan," ungkap Menteri Pertahanan Afghanistan, Hinayatuula Nazari seperti diberitakan Xinhua, Senin (10/9/2012).
Upacara serah terima kendali atas penjara Bagram dihadiri sejumlah petinggi militer Afghanistan, AS dan North Atlantic Treaty Organization (NATO) di dekat pangkalan udara Bagram, 50 km dari ibu kota Kabul, Afghanistan.
Penandatanganan serah terima keputusan tersebut sebelumnya dilakukan oleh Komandan AS dan juga petinggi North Atlantic Treaty Organization (NATO), Jenderal John Allen dan mantan Menteri Pertahanan Afghanistan Abdul Rahim Wardak pada 9 Maret lalu.
Berdasakan dokumen kesepakatan tersebut, Afghanistan akan berkonsultasi dengan AS tentang nasib para tahanan. Apakah akan membebaskan, atau mentransfer sekitar 3.000 pejuang Taliban dan tersangka teror kepada pemerintah Afghanistan.
Sesuai kesepakatan, meskipun serah terima telah dilakukan, AS akan tetap hadir penjara Bagram dalam rangka memberikan dukungan konsultasi, teknis dan logistik untuk jangka waktu satu tahun mulai 9 Maret tahun ini.
(aww)