Senussi Diekstradisi ke Libya
Kamis, 06 September 2012 - 10:05 WIB
Senussi Diekstradisi ke Libya
A
A
A
Sindonews.com - Mauritania kemarin mengekstradisi mantan kepala mata-mata mendiang Muammar Khadafi, Abdullah al- Senussi, ke Libya.
Senussi, salah satu anggota rezim Khadafi yang paling ditakuti, ditangkap di negara Afrika Barat itu Maret lalu.
Senussi diburu Libya, Prancis, dan Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) karena dituduh telah memicu perang.
Juru bicara ICC, yang ingin mengadilinya atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan termasuk pembunuhan dan penganiayaan, mengaku belum menerima informasi mengenai penyerahan pria yang juga ipar Khadafi itu kepada otoritas Libya di Tripoli.
“Dia diekstradisi ke Libya dengan dasar jaminan yang diberikan pemerintah Libya,” ungkap seorang sumber pemerintahan Mauritania kepada Reuters.
Menurut pejabat kementerian luar negeri Mauritania yang dikutip Al Jazeera, Senussi naik pesawat pukul 09.00 waktu setempat (14.00 WIB) dan terbang ke Tripoli.
Di Tripoli, juru bicara kementerian luar negeri Libya Saad al-Shemani mengaku tidak bisa mengonfirmasi apakah ekstradisi itu telah dilakukan, tapi menyambut laporan itu.
“Kami sudah memintanya sangat lama dan ini akan sangat baik kalau benar,” kata dia.
Senussi, salah satu anggota rezim Khadafi yang paling ditakuti, ditangkap di negara Afrika Barat itu Maret lalu.
Senussi diburu Libya, Prancis, dan Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) karena dituduh telah memicu perang.
Juru bicara ICC, yang ingin mengadilinya atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan termasuk pembunuhan dan penganiayaan, mengaku belum menerima informasi mengenai penyerahan pria yang juga ipar Khadafi itu kepada otoritas Libya di Tripoli.
“Dia diekstradisi ke Libya dengan dasar jaminan yang diberikan pemerintah Libya,” ungkap seorang sumber pemerintahan Mauritania kepada Reuters.
Menurut pejabat kementerian luar negeri Mauritania yang dikutip Al Jazeera, Senussi naik pesawat pukul 09.00 waktu setempat (14.00 WIB) dan terbang ke Tripoli.
Di Tripoli, juru bicara kementerian luar negeri Libya Saad al-Shemani mengaku tidak bisa mengonfirmasi apakah ekstradisi itu telah dilakukan, tapi menyambut laporan itu.
“Kami sudah memintanya sangat lama dan ini akan sangat baik kalau benar,” kata dia.
()