Assad janjikan perluasan bantuan
Rabu, 05 September 2012 - 09:50 WIB
Assad janjikan perluasan bantuan
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Suriah Bashar al-Assad kemarin berjanji memperbolehkan Palang Merah Internasional (ICRC) untuk memperluas operasi kemanusiaannya di Suriah.
Janji itu diungkapkan Assad dalam pertemuan selama 45 menit dengan Presiden Palang Merah Internasional Peter Maurer di Damaskus. Dalam pertemuan itu mereka membahas perbaikan pengiriman bantuan bagi warga sipil dan juga dilanjutkannya kunjungan ke penjara yang sudah berhenti sejak Mei lalu.
Maurer menekankan kebutuhan bagi para korban luka untuk mendapatkan akses cepat ke perawatan kesehatan dan percepatan impor suplai medis, makanan, dan perlengkapan untuk memperbaiki sistem suplai air.
“Presiden Assad memberikan komitmen positif atas permintaan kami,” ujar juru bicara ICRC Hicham Hassan,seperti dikutip Reuters.
Kepada Maurer,Assad memaparkan, Suriah menyambut baik kerja sama yang dilakukan ICRC di wilayah negara itu selama dilakukan secara independen dan netral. Selama berada di Suriah, Maurer juga mengunjungi kawasan perdesaan di Damaskus di mana dia mengunjungi sebuah pusat Bulan Sabit Merah Arab Suriah, bertemu para pasien yang terluka dan sukarelawan Bulan Sabit Merah.
Perundingan itu juga terjadi ketika Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) menyebutkan, jumlah orang yang lari dari Suriah meningkat tajam selama Agustus lalu, dengan lebih dari 100.000 orang meminta suaka di beberapa negara sekitar. Angka itu adalah yang tertinggi dalam satu bulan selama 17 bulan pemberontakan terhadap Assad.
Angka itu juga mewakili proporsi 235.368 pengungsi Suriah yang disebut PBB telah mendaftar di Irak, Yordania, Lebanon dan Turki selama konflik berkecamuk. “Itu (angka bulan Agustus) adalah angka yang cukup mengejutkan dan menunjukkan peningkatan signifikan dalam gerakan pengungsi dan pencari suaka,” ujar juru bicara badan pengungsi PBB Melissa Fleming.
Janji itu diungkapkan Assad dalam pertemuan selama 45 menit dengan Presiden Palang Merah Internasional Peter Maurer di Damaskus. Dalam pertemuan itu mereka membahas perbaikan pengiriman bantuan bagi warga sipil dan juga dilanjutkannya kunjungan ke penjara yang sudah berhenti sejak Mei lalu.
Maurer menekankan kebutuhan bagi para korban luka untuk mendapatkan akses cepat ke perawatan kesehatan dan percepatan impor suplai medis, makanan, dan perlengkapan untuk memperbaiki sistem suplai air.
“Presiden Assad memberikan komitmen positif atas permintaan kami,” ujar juru bicara ICRC Hicham Hassan,seperti dikutip Reuters.
Kepada Maurer,Assad memaparkan, Suriah menyambut baik kerja sama yang dilakukan ICRC di wilayah negara itu selama dilakukan secara independen dan netral. Selama berada di Suriah, Maurer juga mengunjungi kawasan perdesaan di Damaskus di mana dia mengunjungi sebuah pusat Bulan Sabit Merah Arab Suriah, bertemu para pasien yang terluka dan sukarelawan Bulan Sabit Merah.
Perundingan itu juga terjadi ketika Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) menyebutkan, jumlah orang yang lari dari Suriah meningkat tajam selama Agustus lalu, dengan lebih dari 100.000 orang meminta suaka di beberapa negara sekitar. Angka itu adalah yang tertinggi dalam satu bulan selama 17 bulan pemberontakan terhadap Assad.
Angka itu juga mewakili proporsi 235.368 pengungsi Suriah yang disebut PBB telah mendaftar di Irak, Yordania, Lebanon dan Turki selama konflik berkecamuk. “Itu (angka bulan Agustus) adalah angka yang cukup mengejutkan dan menunjukkan peningkatan signifikan dalam gerakan pengungsi dan pencari suaka,” ujar juru bicara badan pengungsi PBB Melissa Fleming.
()