Mesir mengecam, Suriah walkout
Jum'at, 31 Agustus 2012 - 10:27 WIB
Mesir mengecam, Suriah walkout
A
A
A
Sindonews.com - Suasana konferensi tingkat tinggi (KTT) Gerakan Non-Blok (GNB) di Iran sekatika memanas saat Presiden Mesir Muhamad Mursi menyebut revolusi Suriah merupakan perjuangan melawan rezim penindas.
“Solidaritas kita dengan perjuangan rakyat Suriah melawan rezim penindas yang kehilangan legitimasinya merupakan kewajiban etis sebagai keharusan politis dan strategis,” papar Mursi dalam pidatonya di depan semua delegasi, dikutip BBC.
Mursi menegaskan, GNB memiliki kewajiban etis mendukung pemberontakan di Suriah. Komentar pedas Mursi membuat delegasi Suriah walkout dari ruang pertemuan.
“Kita semua telah mengumumkan solidaritas penuh kita dengan perjuangan menuntut kemerdekaan dan keadilan di Suriah, serta menerjemahkan rasa simpati ini dalam visi politik yang jelas yang mendukung transisi damai untuk sistem demokratis yang mencerminkan permintaan rakyat Suriah untuk kemerdekaan,” tegasnya.
“Mesir siap bekerja sama dengan semua pihak untuk menghentikan pertumpahan darah.
Sikap Mursi terhadap pemberontakan di Suriah berbeda dengan Iran.Mursi menegaskan, pertumpahan darah di Suriah hanya akan berakhir jika ada intervensi efektif dari pihak luar.
Pemerintah Suriah menjelaskan bahwa pertempuran yang terjadi di negaranya dilakukan untuk melindungi rakyat dari teroris. Dalam KTT GNB ini, delegasi 120 negara juga membahas hak asasi manusia dan pelucutan nuklir.
“Solidaritas kita dengan perjuangan rakyat Suriah melawan rezim penindas yang kehilangan legitimasinya merupakan kewajiban etis sebagai keharusan politis dan strategis,” papar Mursi dalam pidatonya di depan semua delegasi, dikutip BBC.
Mursi menegaskan, GNB memiliki kewajiban etis mendukung pemberontakan di Suriah. Komentar pedas Mursi membuat delegasi Suriah walkout dari ruang pertemuan.
“Kita semua telah mengumumkan solidaritas penuh kita dengan perjuangan menuntut kemerdekaan dan keadilan di Suriah, serta menerjemahkan rasa simpati ini dalam visi politik yang jelas yang mendukung transisi damai untuk sistem demokratis yang mencerminkan permintaan rakyat Suriah untuk kemerdekaan,” tegasnya.
“Mesir siap bekerja sama dengan semua pihak untuk menghentikan pertumpahan darah.
Sikap Mursi terhadap pemberontakan di Suriah berbeda dengan Iran.Mursi menegaskan, pertumpahan darah di Suriah hanya akan berakhir jika ada intervensi efektif dari pihak luar.
Pemerintah Suriah menjelaskan bahwa pertempuran yang terjadi di negaranya dilakukan untuk melindungi rakyat dari teroris. Dalam KTT GNB ini, delegasi 120 negara juga membahas hak asasi manusia dan pelucutan nuklir.
()