Serikat buruh tuduh PDVSA terlibat langsung

Selasa, 28 Agustus 2012 - 18:35 WIB
Serikat buruh tuduh...
Serikat buruh tuduh PDVSA terlibat langsung
A A A
Sindonews.com - Pemimpin serikat pekerja kilang minyak Amuay, Ivan Freites, menuduh manajemen PDVSA terlibat langsung dalam bencana kebakaran ini. Pasalnya, serikat pekerja telah berkali-kali menyerukan perusahaan untuk meningkatkan standar keselamatan di instalasinya.

"Mereka menghindar. Mereka mencoba membuat kesalahan ini seolah-olah seperti sesuatu yang normal misalnya kebocoran. Seharusnya, para pekerja harus mendeteksi kebocoran gas untuk mendeteksi kebocoran," ungkap Freites seperti diberitakan Reuters, Selasa (28/8/2012).

Sementara itu, Menteri Energi Venezula Ramirez membantah bahwa penyebab kebocoran adalah kegagalan pemeliharaan dalam sirkuit penyulingan.

Kebakaran di kilang minyak Venezuela telah mendorong kenaikan harga minyak ke level paling teratas sejak empat bulan yang lalu. Pasalnya, operasi pengilangan minyak Gulf Coast AS terganggu akibat Badai Tropis Ishak.

Seringkali insiden kecelakaan kerja terjadi di PDVSA, namun Departemen Lingkungan atau Departemen Tenaga Kerja Venezuerla jarang kali menjatuhkan sanksi pada PDVSA.

Akibat insiden ini, ada kemungkinan Pemerintah Venezuela dan perusahaan PDVSA akan menghadapi gugatan hukum karena keduanya berperan dalam pengontrolan regulasi dan sistem hukum.

Diketahui, Sebuah ledakan besar membakar kilang minyak Amuay terbesar di Venezuela. Wakil Presiden Venezuela, Elias Jaua mengatakan ledakan besar ini terjadi Sabtu pagi pukul 11 waktu setempat 25 Agustus 2012.

Memasuki hari keempat petugas pemadam kebakaran Venezuela terus berjuang memadamkan api yang membakar kilang minyak terbesar di negara itu.

Presiden Hugo Chavez memantau langsung proses pemandaman api yang menghanguskan kilang milik perusahaan negara Petroleos de Venezuela (PDVSA)..

Hugo Chavez mengatakan, siang kemarin pukul 2.15 waktu setempat petugas pemadam kebakaran telah berhasil memadamkan salah satu dari tiga tangki penyimpanan di kilang minyak yang terbakar.

Sementara itu, jumlah korban tewas telah bertambah menjadi 48 orang dari sebelumnya 36 orang. Sementara itu jumlah korban luka hampir mencapai 200 orang. Mereka kini mendapatkan perawatan medis di pangkalan Angkatan Laut.
()
Berita Terkait
Aksi Solidaritas untuk...
Aksi Solidaritas untuk Venezuela di Depan Kedubes AS di Jakarta
Diam-diam, Sekutu Maduro...
Diam-diam, Sekutu Maduro dan Guaido Lakukan Pembicaraan Rahasia
Negara Ini Kaya Minyak,...
Negara Ini Kaya Minyak, tapi Rakyatnya Miskin dan Menderita
Terlalu Sering Menjilat,...
Terlalu Sering Menjilat, AS Kecam Pemenang Nobel Venezuela sebagai Perusak
Mahkamah Agung Inggris...
Mahkamah Agung Inggris Tolak Klaim Maduro Atas Emas Venezuela
Venezuela Tukar Emas...
Venezuela Tukar Emas dengan Dolar, Dibantu UEA, Mali dan Pesawat Rusia
Berita Terkini
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
34 menit yang lalu
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
2 jam yang lalu
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
5 jam yang lalu
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
7 jam yang lalu
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
8 jam yang lalu
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
9 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved