Israel minta Presiden Palestina diganti
Jum'at, 24 Agustus 2012 - 15:57 WIB
Israel minta Presiden Palestina diganti
A
A
A
Sindonews.com - Isreal desak Palestina segera menyelenggarakan Pemilu Presiden untuk mengganti presidennya, Mahmoud Abbas. Israel beranggapan, selama ini Abbas merusak upaya untuk memperbarui perundingan damai Israel-Palestina.
Desakan tersebut diungkap Juru bicara Menteri Luar Negeri Israel Tzachi Moshe yang mengutip surat Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman yang dikirim ke Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton, seperti diberitakan Haaretz, Jumat (24/8/2012).
"Saatnya untuk mempertimbangkan sebuah solusi kreatif untuk berpikir tidak seperti kebanyakan orang dalam rangka memperkuat kepemimpinan Palestina," ungkap Liberman dalam suratnya pada Ashton.
Israel berharap Pemilu Presiden Palestina cepat digelar, sehingga legitimasi baru juga harus dibuat. Dari Pemilu tersebut Israel berharap Palestina mendapat pemimpin baru yang mampu bersikap lebih realistis.
Sementara itu, Juru bicara Presiden Palestina Nabil Abu Rudeineh mengatakan, surat Lieberman merupakan bentuk hasutan untuk membunuh dan menciptakan kekerasan.
Seperti dilansir dalam kantor berita WAFA, Rudeineh juga telah meminta konfirmasi langsung dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas surat Lieberman.
Perundingan damai antara Israel dan Palestina telah terhenti selama hampir dua tahun. Kedua belah pihak dibantu mediator asing sempat berusaha kembali memulai perundingan namun gagal, karena Abbas memutuskan perundingan baru akan digelar jika Israel menghentikan pembangunan pemukiman di Tepi Barat.
Desakan tersebut diungkap Juru bicara Menteri Luar Negeri Israel Tzachi Moshe yang mengutip surat Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman yang dikirim ke Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton, seperti diberitakan Haaretz, Jumat (24/8/2012).
"Saatnya untuk mempertimbangkan sebuah solusi kreatif untuk berpikir tidak seperti kebanyakan orang dalam rangka memperkuat kepemimpinan Palestina," ungkap Liberman dalam suratnya pada Ashton.
Israel berharap Pemilu Presiden Palestina cepat digelar, sehingga legitimasi baru juga harus dibuat. Dari Pemilu tersebut Israel berharap Palestina mendapat pemimpin baru yang mampu bersikap lebih realistis.
Sementara itu, Juru bicara Presiden Palestina Nabil Abu Rudeineh mengatakan, surat Lieberman merupakan bentuk hasutan untuk membunuh dan menciptakan kekerasan.
Seperti dilansir dalam kantor berita WAFA, Rudeineh juga telah meminta konfirmasi langsung dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas surat Lieberman.
Perundingan damai antara Israel dan Palestina telah terhenti selama hampir dua tahun. Kedua belah pihak dibantu mediator asing sempat berusaha kembali memulai perundingan namun gagal, karena Abbas memutuskan perundingan baru akan digelar jika Israel menghentikan pembangunan pemukiman di Tepi Barat.
()