Jurnalis Jepang tewas di Suriah
Rabu, 22 Agustus 2012 - 18:00 WIB
Jurnalis Jepang tewas di Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Seorang jurnalis Jepang kemarin tewas dengan luka tembak setelah terjebak di tengah pertempuran antara pasukan Pemerintah Suriah dan pemberontak di Aleppo.
Mika Yamamoto (45) merupakan warga Jepang pertama yang meninggal dalam konflik selama 17 bulan itu. Jurnalis yang bekerja untuk kantor berita Japan Press itu mengalami luka berat akibat tertembak saat meliput bersama Pasukan Pembebasan Suriah (FSA).
Rekan kerja Yamamoto, reporter Kazutaka Sato mengatakan, kawannya itu tertembak pasukan pemerintah.
“Kita melihat sekelompok orang yang samar-samar datang mengarah ke kita.Mereka tampaknya adalah pasukan pemerintah.Mereka mulai menembak acak. Mereka berjarak 20 hingga 30 meter dengan kita,” kata Sato dalam wawancara melalui telepon dengan stasiun televisi Jepang, seperti dikutip Reuters.
Pemantau Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengungkapkan, pertempuran itu terjadi di distrik Suleimaniya, Aleppo. Japan Press belum berkomentar mengenai kematian jurnalisnya. Dalam situs kantor berita itu, Yamamoto pernah bertugas di Afghanistan selama dikuasai Taliban dan meliput perang Irak sejak 2003.
Mika Yamamoto (45) merupakan warga Jepang pertama yang meninggal dalam konflik selama 17 bulan itu. Jurnalis yang bekerja untuk kantor berita Japan Press itu mengalami luka berat akibat tertembak saat meliput bersama Pasukan Pembebasan Suriah (FSA).
Rekan kerja Yamamoto, reporter Kazutaka Sato mengatakan, kawannya itu tertembak pasukan pemerintah.
“Kita melihat sekelompok orang yang samar-samar datang mengarah ke kita.Mereka tampaknya adalah pasukan pemerintah.Mereka mulai menembak acak. Mereka berjarak 20 hingga 30 meter dengan kita,” kata Sato dalam wawancara melalui telepon dengan stasiun televisi Jepang, seperti dikutip Reuters.
Pemantau Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengungkapkan, pertempuran itu terjadi di distrik Suleimaniya, Aleppo. Japan Press belum berkomentar mengenai kematian jurnalisnya. Dalam situs kantor berita itu, Yamamoto pernah bertugas di Afghanistan selama dikuasai Taliban dan meliput perang Irak sejak 2003.
()