Penarikan tim PBB perkeruh konflik Suriah
Kamis, 16 Agustus 2012 - 19:48 WIB
Penarikan tim PBB perkeruh konflik Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Rusia memperingatkan rencana penarikan tim pengamat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Suriah akan memberikan dampak negatif.
"Kehadiran tim pengamat PBB di Suriah sangat penting untuk dipertahankan," ungkap Wakil Menteri Luar Negeri Gennady Gatilov seperti diberitakan BBC.co.uk, Kamis, (16/8/2012).
"Penarikan mundur semua tim pengawas PBB untuk Suriah bukan hanya menimbulkan konsekuensi negatif bagi Suriah, tetapi juga bagi seluruh negara di kawasan," imbuh Gatilov.
Sebelumnya, pada Jumat, 10 Agustus lalu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan, kondisi lapangan di Suriah tidak memungkinkan memperpanjang misi pengawasan PBB. Karena eskalasi perang antara pemberontak dan militer pemerintah terus terjadi di Suriah selama hampir tiga minggu.
Sebagai keputusan final, Ban mengatakan, misi pengamat PBB akan berakhir pada 19 Agustus mendatang. PBB menilai tim itu telah gagal menjalankan misi utama mereka. Terbukti aksi kekerasan tetap terjadi di Suriah. Sementara Pemerintah Suriah tidak kunjung menarik tank dan pasukan militer mereka ke ibu kota Damaskus.
"Kehadiran tim pengamat PBB di Suriah sangat penting untuk dipertahankan," ungkap Wakil Menteri Luar Negeri Gennady Gatilov seperti diberitakan BBC.co.uk, Kamis, (16/8/2012).
"Penarikan mundur semua tim pengawas PBB untuk Suriah bukan hanya menimbulkan konsekuensi negatif bagi Suriah, tetapi juga bagi seluruh negara di kawasan," imbuh Gatilov.
Sebelumnya, pada Jumat, 10 Agustus lalu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan, kondisi lapangan di Suriah tidak memungkinkan memperpanjang misi pengawasan PBB. Karena eskalasi perang antara pemberontak dan militer pemerintah terus terjadi di Suriah selama hampir tiga minggu.
Sebagai keputusan final, Ban mengatakan, misi pengamat PBB akan berakhir pada 19 Agustus mendatang. PBB menilai tim itu telah gagal menjalankan misi utama mereka. Terbukti aksi kekerasan tetap terjadi di Suriah. Sementara Pemerintah Suriah tidak kunjung menarik tank dan pasukan militer mereka ke ibu kota Damaskus.
()