Myanmar angkat kepala AL jadi Wakil Presiden
Rabu, 15 Agustus 2012 - 16:42 WIB
Myanmar angkat kepala AL jadi Wakil Presiden
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Myanmar resmi mengangkat Komandan Angkatan Laut (AL) Laksamana Nyan Tun sebagai Wakil Presiden baru.
Dilansir dari Xinhua, Rabu (15/8/2012), Nyan Tun diangkat setelah mantan Wakil Presiden U Tin Aung Myint Oo mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Nyan Tun dinominasikan kelompok anggota parlemen militer sebagai calon wakil presiden.
Saat ini, ada dua wakil presiden dalam pemerintahan Myanmar yang sesuai dengan konstitusi. Selain Nyan Tun, jabatan wakil presiden juga dipegang Dr Sai Mauk Kham.
Nyan Tun dipilih melalui Parlemen Myanmar yang dihadiri 616 orang dari 654 anggota parlemen. Sebelumnya, Nyan Tun telah menjadi Komandan Kepala Angkatan Laut sejak 2008.
Para anggota parlemen termasuk 25 persen perwakilan yang tidak maupun yang dipilih dari militer sesuai dengan Undang-Undang Dasar (UUD) tahun 2008.
Pemimpin Myanmar, Presiden U Thein Sein telah membentuk 34 Kementerian di tingkat pusat dengan 30 menteri. Mereka memulai masa tugasnya selama lima tahun sejak tanggal 30 Maret 2011.
Presiden U Thein Sein menekankan pada reformasi kedua sebagai langkah strategis. Pemerintah Myanmar akan menyelesaikan pembangunan nasional dan daerah dalam proses reformasi.
Dilansir dari Xinhua, Rabu (15/8/2012), Nyan Tun diangkat setelah mantan Wakil Presiden U Tin Aung Myint Oo mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Nyan Tun dinominasikan kelompok anggota parlemen militer sebagai calon wakil presiden.
Saat ini, ada dua wakil presiden dalam pemerintahan Myanmar yang sesuai dengan konstitusi. Selain Nyan Tun, jabatan wakil presiden juga dipegang Dr Sai Mauk Kham.
Nyan Tun dipilih melalui Parlemen Myanmar yang dihadiri 616 orang dari 654 anggota parlemen. Sebelumnya, Nyan Tun telah menjadi Komandan Kepala Angkatan Laut sejak 2008.
Para anggota parlemen termasuk 25 persen perwakilan yang tidak maupun yang dipilih dari militer sesuai dengan Undang-Undang Dasar (UUD) tahun 2008.
Pemimpin Myanmar, Presiden U Thein Sein telah membentuk 34 Kementerian di tingkat pusat dengan 30 menteri. Mereka memulai masa tugasnya selama lima tahun sejak tanggal 30 Maret 2011.
Presiden U Thein Sein menekankan pada reformasi kedua sebagai langkah strategis. Pemerintah Myanmar akan menyelesaikan pembangunan nasional dan daerah dalam proses reformasi.
()