FBI geledah rumah aktivis anti Wall Street
Selasa, 14 Agustus 2012 - 16:38 WIB
FBI geledah rumah aktivis anti Wall Street
A
A
A
Sindonews.com - Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (AS) Federal Bureau of Investigation (FBI) menggeledah sejumlah rumah pengunjuk rasa rasa anti Wall Street.
Seperti diberitakan Presstv, Selasa (14/8/2012), unit senjata berat dan terorisme FBI melakukan razia atas sejumlah rumah aktivis anti Wall Street di negara bagian Seattle, Olympia, Washington, Portland dan Oregon sejak 10 Juli lalu.
Oregionian mengatakan razia bertujuan mencari dokumen, percakapan, literatur anti pemerintah, perihal anarkis atau materi apapun yang berkaitan dengan tindakan pelanggaran yang tidak terbatas pada , diagram, surat, buku harian dan jurnal, buku alamat, dan dokumentasi lainnya dalam bentuk tertulis atau elektronik.
Juru bicara FBI, Beth Anne Steele mengatakan, sejumlah rumah yang telah di razia kini telah disegel. FBI mengklaim tindakan mereka sebagai bagian dari tindakan penyelidikan atas aksi vandalisme yang terjadi di saat aksi protes May Day tahun lalu.
Dalam salah satu peristiwa penggrebekan, seorang saksi mata mengatakan sebanyak 80 agen FBI berpakaian seragam militer, mengunakan pelindung tubuh, dipersenjatai senapan serbu mendobrak rumah yang hendak mereka razia.
"Saya terbangun pukul 6 sore hari setelah mendengar suara tumbukan, saya kemudian keluar rumah, melihat apa yang sedang terjadi. Sambil berteriak agen FBI mendobrak pintu rumah yang mereka datangi," ungkap saksi mata seperti diberitakan Presstv, Selasa (14/8/2012).
Aksi protes kelompok Wall Street terjadi setelah kelompok tersebut menggelar aksi protes krisis keuangan pada 17 September 2011 lalu. Mereka memprotes korupsi, distribusi kekayaan yang tidak merata dan besarnya pengaruh sejumlah perusahaan besar pada kebijakan AS.
Seperti diberitakan Presstv, Selasa (14/8/2012), unit senjata berat dan terorisme FBI melakukan razia atas sejumlah rumah aktivis anti Wall Street di negara bagian Seattle, Olympia, Washington, Portland dan Oregon sejak 10 Juli lalu.
Oregionian mengatakan razia bertujuan mencari dokumen, percakapan, literatur anti pemerintah, perihal anarkis atau materi apapun yang berkaitan dengan tindakan pelanggaran yang tidak terbatas pada , diagram, surat, buku harian dan jurnal, buku alamat, dan dokumentasi lainnya dalam bentuk tertulis atau elektronik.
Juru bicara FBI, Beth Anne Steele mengatakan, sejumlah rumah yang telah di razia kini telah disegel. FBI mengklaim tindakan mereka sebagai bagian dari tindakan penyelidikan atas aksi vandalisme yang terjadi di saat aksi protes May Day tahun lalu.
Dalam salah satu peristiwa penggrebekan, seorang saksi mata mengatakan sebanyak 80 agen FBI berpakaian seragam militer, mengunakan pelindung tubuh, dipersenjatai senapan serbu mendobrak rumah yang hendak mereka razia.
"Saya terbangun pukul 6 sore hari setelah mendengar suara tumbukan, saya kemudian keluar rumah, melihat apa yang sedang terjadi. Sambil berteriak agen FBI mendobrak pintu rumah yang mereka datangi," ungkap saksi mata seperti diberitakan Presstv, Selasa (14/8/2012).
Aksi protes kelompok Wall Street terjadi setelah kelompok tersebut menggelar aksi protes krisis keuangan pada 17 September 2011 lalu. Mereka memprotes korupsi, distribusi kekayaan yang tidak merata dan besarnya pengaruh sejumlah perusahaan besar pada kebijakan AS.
()