Konflik Suriah perburuk hubungan Turki-Iran
Senin, 13 Agustus 2012 - 20:48 WIB
Konflik Suriah perburuk hubungan Turki-Iran
A
A
A
Sindonews.com - Hubungan Iran dengan Turki semakin memburuk setelah Pemerintah Turki menunjukkan dukungan bagi kelompok oposisi Suriah yang melawan sekutu Iran, Presiden Bashar al-Assad.
Baik Iran maupun Turki memiliki sikap yang bertentangan dalam penyelesaian krisis Suriah. Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan pekan ini menuduh Iran tidak berterima kasih atas upaya pemerintahan Turki untuk mengurangi ketegangan internasional berkenaan dengan program nuklir Iran yang kontroversial.
Sementara dua tahun lalu, Turki sebagai anggota sementara Dewan Keamanan PBB, memveto sanksi terhadap Iran.
Mantan diplomat senior Turki Murat Bilhan mengatakan sulit membaca pikiran Iran. “Panglima militer Iran mengancam Turki dalam sebuah konferensi pers, tetapi kemudian Menteri Luar Negeri Iran menyangkalnya. Mana yang harus kita percaya?” ujarnya, seperti dikutip VOA, Senin (13/8/2012).
Satu faktor di balik pesan yang saling berbeda itu adalah Iran mengharapkanTurki agar memanfaatkan hubungannya dengan kelompok oposisi Suriah untuk mengusahakan pembebasan 48 warga Iran yang ditangkap kelompok pemberontak di Suriah.
Pada Sabtu 11 Agustus kemarin, Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutaoglu jadi tuan rumah untuk Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton yang berkunjung untuk membahas dukungan bagi oposisi Suriah.
Baik Iran maupun Turki memiliki sikap yang bertentangan dalam penyelesaian krisis Suriah. Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan pekan ini menuduh Iran tidak berterima kasih atas upaya pemerintahan Turki untuk mengurangi ketegangan internasional berkenaan dengan program nuklir Iran yang kontroversial.
Sementara dua tahun lalu, Turki sebagai anggota sementara Dewan Keamanan PBB, memveto sanksi terhadap Iran.
Mantan diplomat senior Turki Murat Bilhan mengatakan sulit membaca pikiran Iran. “Panglima militer Iran mengancam Turki dalam sebuah konferensi pers, tetapi kemudian Menteri Luar Negeri Iran menyangkalnya. Mana yang harus kita percaya?” ujarnya, seperti dikutip VOA, Senin (13/8/2012).
Satu faktor di balik pesan yang saling berbeda itu adalah Iran mengharapkanTurki agar memanfaatkan hubungannya dengan kelompok oposisi Suriah untuk mengusahakan pembebasan 48 warga Iran yang ditangkap kelompok pemberontak di Suriah.
Pada Sabtu 11 Agustus kemarin, Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutaoglu jadi tuan rumah untuk Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton yang berkunjung untuk membahas dukungan bagi oposisi Suriah.
()