Wabah Ebola di Uganda telah terkendali
Senin, 13 Agustus 2012 - 20:44 WIB
Wabah Ebola di Uganda telah terkendali
A
A
A
Sindonews.com - Virus Ebola yang melanda Uganda sudah berhasil dihentikan. Badan amal medis Medecins Sans Frontieres (MSF) melaporkan, penyebaran Ebola dikendalikan dengan mengatur perantara virus mematikan ini.
“Kasus kematian akibat virus Ebola terakhir terjadi 11 hari lalu di Uganda,” jelas ahli epidemiologi dari MSF, Dr Paulus Roddy, seperti dikutip BBC, Senin (13/8/2012).
Meskipun telah dikendalikan, suatu saat nanti masih ada kemungkinan virus itu dapat meletus lagi. Jika tidak ada kasus kematian selama 42 hari ke depan, maka wabah Ebola ini dapat dianggap telah berakhir.
Roddy mengatakan, selama tahun 2012, sebanyak 19 kematian disebabkan wabah Ebola. Wabah itu mulai menyebar di Kota Kagadi, bgian barat Uganda.
Sejauh ini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit Ebola. Namun, pasien dapat dirawat dengan antibiotik bila telah menunjukkan gejala terkena virus Ebola, antara lain demam mendadak, kelemahan, muntah sakit kepala, dan masalah ginjal.
“Obat penghilang rasa sakit berguna untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh penderita,” tambah Roddy.
Menurut Roddy, virus Ebola disebarkan melalui beberapa hewan, misalnya kelelawar dan monyet. Ebola menular dari daging hewan yang dikonsumsi para pemburu.
Uganda telah dilanda wabah Ebola selama 12 tahun terakhir. Wabah paling mematikan terjadi pada tahun 2000, ketika 425 orang terinfeksi, lebih dari separuh pasien yang dirawat meninggal.
“Kasus kematian akibat virus Ebola terakhir terjadi 11 hari lalu di Uganda,” jelas ahli epidemiologi dari MSF, Dr Paulus Roddy, seperti dikutip BBC, Senin (13/8/2012).
Meskipun telah dikendalikan, suatu saat nanti masih ada kemungkinan virus itu dapat meletus lagi. Jika tidak ada kasus kematian selama 42 hari ke depan, maka wabah Ebola ini dapat dianggap telah berakhir.
Roddy mengatakan, selama tahun 2012, sebanyak 19 kematian disebabkan wabah Ebola. Wabah itu mulai menyebar di Kota Kagadi, bgian barat Uganda.
Sejauh ini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit Ebola. Namun, pasien dapat dirawat dengan antibiotik bila telah menunjukkan gejala terkena virus Ebola, antara lain demam mendadak, kelemahan, muntah sakit kepala, dan masalah ginjal.
“Obat penghilang rasa sakit berguna untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh penderita,” tambah Roddy.
Menurut Roddy, virus Ebola disebarkan melalui beberapa hewan, misalnya kelelawar dan monyet. Ebola menular dari daging hewan yang dikonsumsi para pemburu.
Uganda telah dilanda wabah Ebola selama 12 tahun terakhir. Wabah paling mematikan terjadi pada tahun 2000, ketika 425 orang terinfeksi, lebih dari separuh pasien yang dirawat meninggal.
()