Ban Ki-moon desak DK PBB fasilitasi konflik Suriah
Sabtu, 11 Agustus 2012 - 13:48 WIB
Ban Ki-moon desak DK PBB fasilitasi konflik Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Dewan Keamanan (DK) untuk memfasilitasi resolusi damai atas krisis politik yang terjadi di Suriah.
"Kehadiran PBB di Suriah lebih dari sekedar mengemban misi kemanusiaan penting untuk tetapi juga memungkinkan PBB terlibat secara sistematis dan medelam dengan sejumlah pemangku jabatan di Suirah," ungkap Sekretaris PBB, Ban Ki-moon dalam suratnya kepada DK PBB, Sabtu (11/8/2012) seperti dikutip ria novosti.
Lebih lanjut Ban mengatakan kehadiran PBB di Suriah bersifat fleksibel menungkinkan PBB menilai situasi yang terjadi di lapangan, sehingga situasi di Suriah bisa diselesaikan lebih efektif.
PBB telah menyepakati perpanjangan misi pengamat PBB di Suriah, dari 16 Juli hingga 19 Agustus mendatang. Pengiriman tim pemantau UN Supervision Mission in Syria (UNSMIS) PBB disepakati oleh 15 negara anggota tetap dan tidak tetap DK PBB April lalu.
Mereka menyepakati pengiriman 300 orang pengamat non militer untuk memantau gencatan senjata dan memonitor implementasi enam proposal perdamaian PBB dan Liga Arab.
Perang antar militer Suriah dan pemberotak pecah sejak Maret lalu di Suriah. Selama 15 bulan kekacauan politik di Suriah puluhan ribu jiwa melayang dari pihak sipil, tentara dan pemberontak.
Sebelumnya, Sekjen PBB ini pada Jumat 10 Agustus kemarin menyetakan prihatin karena situasi kemanusiaan di Suriah makin memburuk, dimana perlawanan bersenjata makin meningkat di sekitar lokasi perkotaan.
"PBB tidak akan berhenti memberikan dukungan dan bantuan kepada warga Suriah unutk mengakhiri krisis Suriah," tegas Ban.
"Kehadiran PBB di Suriah lebih dari sekedar mengemban misi kemanusiaan penting untuk tetapi juga memungkinkan PBB terlibat secara sistematis dan medelam dengan sejumlah pemangku jabatan di Suirah," ungkap Sekretaris PBB, Ban Ki-moon dalam suratnya kepada DK PBB, Sabtu (11/8/2012) seperti dikutip ria novosti.
Lebih lanjut Ban mengatakan kehadiran PBB di Suriah bersifat fleksibel menungkinkan PBB menilai situasi yang terjadi di lapangan, sehingga situasi di Suriah bisa diselesaikan lebih efektif.
PBB telah menyepakati perpanjangan misi pengamat PBB di Suriah, dari 16 Juli hingga 19 Agustus mendatang. Pengiriman tim pemantau UN Supervision Mission in Syria (UNSMIS) PBB disepakati oleh 15 negara anggota tetap dan tidak tetap DK PBB April lalu.
Mereka menyepakati pengiriman 300 orang pengamat non militer untuk memantau gencatan senjata dan memonitor implementasi enam proposal perdamaian PBB dan Liga Arab.
Perang antar militer Suriah dan pemberotak pecah sejak Maret lalu di Suriah. Selama 15 bulan kekacauan politik di Suriah puluhan ribu jiwa melayang dari pihak sipil, tentara dan pemberontak.
Sebelumnya, Sekjen PBB ini pada Jumat 10 Agustus kemarin menyetakan prihatin karena situasi kemanusiaan di Suriah makin memburuk, dimana perlawanan bersenjata makin meningkat di sekitar lokasi perkotaan.
"PBB tidak akan berhenti memberikan dukungan dan bantuan kepada warga Suriah unutk mengakhiri krisis Suriah," tegas Ban.
()