Prancis perangi pengungsi
Jum'at, 10 Agustus 2012 - 15:51 WIB
Prancis perangi pengungsi
A
A
A
Sindonews.com - Prancis mengumumkan perang terhadap imigran gelap. Kerusuhan pecah saat ratusan polisi menghancurkan kamp pengungsi.
“Kamp adalah rintangan bagi keamanan Prancis,” jelas Menteri Dalam Negeri Prancis, Manuel Valls, seperti dikutip Daily Mail, Jumat (10/8/2012).
Puluhan petugas turun di sebuah pemukiman dekat Lille untuk evakuasi 200 rumah mobil sejak Kamis 9 Agustus kemarin. Selain itu, Karavan dan pondok hancur milik 100 tunawisma di daerah Belleville yang terletak dekat pusat kota Paris. Peristiwa serupa juga tejadi di beberapa kota besar lainnya, termasuk Marseille.
"Sebagian besar imigran diusir akan diterbangkan pulang ke Rumania," ujar Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Prancis.
Saat ini, para imigran telah ditangkap pihak kepolisian Prancis
untuk dideportasi ke negara mereka masing-masing. Kepolisian Prancis telah bertekad untuk membersihkan pencari suaka ilegal di negeri itu.
Pembersihan imigran dilakukan Pemerintah Prancis karena maraknya pencuri dan perampok yang beroperasi di beberapa kota besar. Pelaku utama tindak kejahatan ini diduga adalah para imigran asal Rumania.
Kebijakan ini diwariskan dari mantan Presiden Nicolas Sarkozy. Pemimpin Prancis yang beraliran sosialis itu memulai mengusir pengungsi Rumania sejak musim panas 2010. Tahun itu Sarkozy berhasil menbersihkan sekitara 15.000 kamp pengungsi yang berada di Prancis.
“Kamp adalah rintangan bagi keamanan Prancis,” jelas Menteri Dalam Negeri Prancis, Manuel Valls, seperti dikutip Daily Mail, Jumat (10/8/2012).
Puluhan petugas turun di sebuah pemukiman dekat Lille untuk evakuasi 200 rumah mobil sejak Kamis 9 Agustus kemarin. Selain itu, Karavan dan pondok hancur milik 100 tunawisma di daerah Belleville yang terletak dekat pusat kota Paris. Peristiwa serupa juga tejadi di beberapa kota besar lainnya, termasuk Marseille.
"Sebagian besar imigran diusir akan diterbangkan pulang ke Rumania," ujar Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Prancis.
Saat ini, para imigran telah ditangkap pihak kepolisian Prancis
untuk dideportasi ke negara mereka masing-masing. Kepolisian Prancis telah bertekad untuk membersihkan pencari suaka ilegal di negeri itu.
Pembersihan imigran dilakukan Pemerintah Prancis karena maraknya pencuri dan perampok yang beroperasi di beberapa kota besar. Pelaku utama tindak kejahatan ini diduga adalah para imigran asal Rumania.
Kebijakan ini diwariskan dari mantan Presiden Nicolas Sarkozy. Pemimpin Prancis yang beraliran sosialis itu memulai mengusir pengungsi Rumania sejak musim panas 2010. Tahun itu Sarkozy berhasil menbersihkan sekitara 15.000 kamp pengungsi yang berada di Prancis.
()